Kuota LPG 3 Kg Dipangkas, Pemerintah Dorong CNG hingga Kompor Listrik

Pertamina
Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk bersama PT Gagas Energi Indonesia selaku Anak Perusahaan, melaksanakan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai Bahan Bakar Gas (BBG) pada sepeda motor (29/3/2023).
Penulis: Mela Syaharani
25/9/2026, 15.31 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan pemerintah akan mendorong pelaksanaan program gas alam terkompresi (CNG) dan kompor listrik pada tahun depan. Hal ini dilakukan bersamaan dengan jumlah subsidi energi yang disepakati sebesar Rp 261,5 triliun, turun Rp 11,44 triliun dari usulan RAPBN 2027 sebesar Rp 272,95 triliun.

Badan Anggaran DPR RI juga telah menetapkan volume subsidi LPG tabung 3 kilogram (kg) sebanyak 8 juta ton, lebih rendah 10,56% dibandingkan usulan 8,94 juta ton.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Erani Yustika mengatakan tidak masalah meski angka kesepakatan subsidi LPG turun dibandingkan dengan usulan pemerintah sebelumnya.

“Kan untuk tahun depan sudah mulai ada (program) CNG dan lainnya,” kata Erani saat ditemui di kantornya, Jumat (25/9).

Dia menyebut pada dasarnya pemerintah memiliki tugas utama untuk menyeimbangkan kepentingan masyarakat dan mengurangi ketergantungan impor LPG. Pemerintah saat ini juga tengah berupaya untuk melakukan pengadaan sumber energi alternatif selain LPG.

“Kalau gas kan kami membangun jaringan gas, transmisi pipa, kemudian juga ada rencana kompor gas,” ujarnya.

Anggaran Subsidi Energi 2026 Diprediksi Jebol

Penurunan volume subsidi dari usulan RAPBN dan kesepakatan DPR ini terjadi di tengah proyeksi realisasi penyaluran subsidi LPG 3 kilogram (kg) melampaui kuota atau jebol tahun ini. Pada 2026 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kuota subsidi LPG mencapai 8 juta metrik ton (mt). 

“Untuk 2026 prognosanya (hingga akhir tahun) sebesar 8,677 juta mt,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman dalam rapat dengar pendapat Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8). 

Dengan angka tersebut, maka diprediksi kuota LPG subsidi jebol 677 ribu mt atau 8,46%. Penghitungan prognosa ini berdasarkan perhitungan rata-rata penyaluran harian tiap kabupaten dan kota pada periode Januari-Juli.

Senada, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza juga mengatakan berdasarkan prediksi perusahaan, prognosa penyaluran subsidi Pertalite juga melampaui target tahun ini, di atas 8,5%. 

“Untuk LPG tabung 3 kg pendorong utamanya adalah pertumbuhan penduduk nasional serta pertumbuhan ekonomi yang serupa. Selain itu kebutuhan menjaga ketersediaan menjelang periode natal dan tahun baru (2027),” ujar Oki dalam kesempatan yang sama.

Oki menyebut menyikapi potensi jebolnya kuota subsidi, Pertamina melakukan pengendalian penyaluran melalui pendaftaran 79,7 juta nomor induk kependudukan (NIK) konsumen dalam sistem subsidi tepat. Perusahaan juga melakukan pemadanan data tersebut dengan data penduduk dan pencatatan sipil serta Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani