Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PLN (Persero) menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN, menggantikan Darmawan Prasodjo, pada Rabu (14/10). Sebelumnya, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.

PLN menyebut penetapan ini menjadi bagian dari estafet kepemimpinan untuk melanjutkan agenda transformasi PLN. Mencakup penguatan keandalan sistem, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pengembangan energi baru terbarukan, dan peningkatan layanan pelanggan.

Meski terjadi pergantian posisi direksi, Komisaris Independen PLN Andi Arief menyebut Suroso masih akan merangkap jabatan lamanya hingga ada pejabat pengganti. 

“Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi. Saya yakin Pak Suroso, dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan,” ujarnya kepada Katadata, Rabu (14/10).

Andi mengatakan RUPS ini dilakukan melalui pertemuan virtual yang dilakukan melalui aplikasi zoom. RUPS dihadiri oleh seluruh direksi, komisaris dan BP BUMN. “Pelaksanaannya pukul 18.30 WIB sampai dengan selesai,” ujarnya.

Adapun sebelum RUPS digelar, Suroso sempat menghadiri rapat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka pada siang kemarin. 

Profil Suroso

Berdasarkan laman resmi PLN, Suroso merupakan warga negara Indonesia yang lahir di Klaten pada 12 Agustus 1971. Dia diangkat menjadi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-1 59/MBU/06/2025 tanggal 18 Juni 2025.

Semasa hidupnya, dia pernah mengenyam tiga gelar di perguruan tinggi. Dia meraih gelar Sarjana Teknik, Power System Engineering di Institut Teknologi Bandung pada 1994.

Suroso lalu melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan gelar Master of Science, Power System Engineering and Management, di University of Abertay pada 1999. Tak berhenti disitu, gelar Doktor Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung juga sudah ia raih tahun lalu.

Di sisi lain, dalam laman linkedin pribadinya Suroso menyebut perjalanan karirnya di PLN sudah berlangsung lebih dari 30 tahun.

Perusahaan menulis, Suroso memiliki pengalaman panjang dalam bidang ketenagalistrikan, khususnya dalam pengelolaan sistem tenaga, pembangkitan, penyaluran, hingga transformasi digital. Jabatan yang pernah diemban antara lain:

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi (2019-2021) 

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (2021-2022) 

Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PT PLN (Persero) Kantor Pusat (2022-2023)

Selain gelar pendidikan, Suroso juga memiliki sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP) yang menunjukkan keahlian dalam pengelolaan manajemen risiko secara strategis.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani