Jokowi Minta Prosedur Impor Bahan Baku Dipermudah

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Presiden Joko Widodo menilai impor selama ini terhambat karena sulit mengurus berbagai dokumen administrasi.
Penulis: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
4/3/2020, 11.54 WIB

Wabah virus corona mengganggu rantai pasokan global dan turut berdampak ke Indonesia. Presiden Joko Widodo meminta jajaran Kementerian Perdagangan melakukan relaksasi terhadap impor. 

"Tolong betul-betul dilihat kebijakan impor, jangan lagi ada yg menghambat," ujar Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3).

Jokowi menilai impor terhambat karena sulit mengurus berbagai dokumen administrasi. Importir memerlukan rekomendasi dari berbagai pihak ketika ingin mengimpor suatu barang ke Indonesia.

(Baca: Tangkal Dampak Corona, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekspor Impor)

Ia menekankan hal tersebut harus dihilangkan mulai saat ini, demikian pula dengan prosedur yang berbelit-belit. "Potong, sederhanakan, simpelkan. Saat ini situasi sangat tidak normal, karena corona sangat berbeda," kata Jokowi.

Jika relaksasi impor tak dilakukan, Jokowi menilai hal tersebut akan mengganggu suplai barang di dalam negeri. Pasalnya, impor bahan baku menyangkut produksi industri di dalam negeri.

Sementara, suplai dari importir terbesar Indonesia yakni Tiongkok terganggu akibat wabah virus corona. "Ini dari Tiongkok sangat gede. Contoh komponen elektronik dari Wuhan, dari Tiongkok mencapai US$ 10 miliar," ujar dia. 

(Baca: Pemerintah Tolak Bantuan Dana dari ADB untuk Tangani Virus Corona)

Terganggunya proses produksi akibat menipisnya bahan baku akan membuat harga barang menjadi naik. Kenaikan harga itu lantas dapat mendorong inflasi.  "Ini sudah kita jaga inflasi selama lima tahun. Jangan terganggu gara-gara ini," kata dia.

Tak hanya impor, Jokowi juga meminta agar ekspor dari Indonesia ke luar negeri semakin dipermudah. Meski demikian, dia menilai hal itu akan percuma jika tak ada bahan baku untuk produksi barang yang diekspor.

Untuk itu, dia kembali menekankan pentingnya kemudahan impor bahan baku. "Jadi namanya impor bahan baku berilah perhatian," jelas dia. 

Reporter: Dimas Jarot Bayu