Semen Indonesia Ekspor 3,38 Juta Ton Semen

Katadata
Penulis: Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
2/12/2019, 15.06 WIB

Jakarta, 30 November 2019 - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. terus mengoptimalkan pasar regional di tengah ketatnya persaingan pasar semen domestik. Pada periode Januari hingga Oktober 2019, Perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan ekspor sebesar 3,38 juta ton dari fasilitas produksinya di Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono mengatakan Perseroan tengah merampungkan integrasi seluruh fasilitas produksi dan distribusi pasca akuisi PT Solusi Bangun Indoensia Tbk. (SBI).

“Semen Indonesia sedang fokus menggarap pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara, seperti Bangladesh, India, Sri Lanka, Maladewa, Filipina, dan Timor Lest. Pada tahun 2019 ini, Perseroan berhasil memperluas jaringan ekspor di kawasan Asia Timur, salah satunya China yang sedang mengalami kekurangan produksi semen,” kata Sigit.

Saat ini, Perseroan telah mengoptimalkan seluruh fasilitas distribusi, baik utilisasi maupun kapasitas, untuk mendukung pengiriman produk ke kawasan regional. Selain itu, Peseroan aktif mengikuti berbagai forum pameran dan misi dagang untuk memperkuat jaringan ekspor di negara-negara tujuan dan menjajaki pasar baru di kawasan regional. Sigit menambahkan pengelolaan pasar eskpor Perseroan dilakukan melalui PT Semen Indonesia Internasional.

Pasar Dalam Negeri

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen di Indonesia hingga Oktober 2019 masih melemah sebesar 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Total penjualan semen domestik sampai dengan Oktober 2019 tercatat sebesar 56,10 juta ton atau mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar 56,97 juta ton.

Seiring dengan pelemahan pasar semen domestik, volume penjualan domestik Perseroan di luar SBI hingga Oktober 2019 turun sebesar 4,1 persen menjadi 21,54 juta ton dibanding periode yang sama 2018 sebesar 22,46 juta ton. Sedangkan penjualan domestik SBI juga terkoreksi sebesar 2,2 persen menjadi 8,47 juta ton.