Bappenas: Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Krisis Air Bersih

Arief Kamaludin | Katadata
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro
26/3/2019, 13.33 WIB

Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara saat ini tengah mengalami krisis air bersih. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan wilayah ini memiliki zona berwarna kuning, yang berarti air bersih yang ada hanya 1.000-1.700 meter kubik per tahun.

Sementara daerah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua masih surplus air bersih atau berada di zona warna hijau dengan jumlah air bersih diatas 1.700 meter kubik per tahun. Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa defisit air bersih harus menjadi perhatian khusus.

"Ketahanan air lebih penting daripada ketahanan pangan dan energi, karenanya ketahanan air di Indonesia harus dijaga," kata Bambang, di Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa (26/3).

(Baca: Andalkan Dua Waduk, Pemerintah Akan Setop Penggunaan Air Tanah Jakarta)

Ada beberapa upaya yang harus dilakukan untuk menangani krisis ini, salah satunya dengan mengotimalkan keberadaan danau sebagai sumber air bersih. Danau bisa menopang ekonomi masyarakat sekitar, dengan memanfaatkan air sebagai sumber energi listrik, perikanan dan pariwisata.

Masalahnya, selama ini hanya sedikit danau yang menjadi destinasi pariwisata utama dan banyak juga yang tidak termanfaatkan. Akhirnya, kualitas danaupun menjadi menurun, dan volume air yang menyusut, akibat bisnis perikanan yang berlebihan dan banyaknya sampah. "Ini salah satu perubahan mental yang harus diperbaiki," ujarnya.

Ia berharap rancangan peraturan presiden mengenai penyelamatan danau ini bisa segera diselesaikan. Dengan adanya aturan ini, ego dari berbagai kementerian terkait bisa dikesampingkan, sehingga program reviltasilasi dan menyelamatkan danau yang rusak ini bisa berjalan cepat dan baik.

(Baca: Pemerintah dan DPR Sepakat Batasi Swasta Berbisnis Air Minum)

Indonesia tercatat memiliki 40 danau besar dan 735 danau kecil, yang dapat menampung 500 kilometer kubik air. Selain itu, pemerintah telah menetapkan 15 danau sebagai prioritas utama revitalisasi, diantaranya Danau Toba, Singkarak, Maninjau, Kerinci, Sentarum, Rawa Dano, Rawa Pening, Kaskade Mahakam, Limboto, Batur, dan Tondano. Kemudian, Danau Sentani, Danau Poso, Danau Matano, dan Danau Tempe.