Susi Klaim Stok Ikan Terus Naik Sejak Pemerintahan Jokowi

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Penjual menunggu pembeli di Tempat Pelelangan Ikan, Kota Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (11/3).
Penulis: Miftah Ardhian
Editor: Yuliawati
16/6/2017, 16.45 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim stok ikan lestari atau yang boleh ditangkap secara berkelanjutan di perairan Indonesia, terus merambat naik selama tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo.
 
Stok ikan lestari pada 2013 tercatat sebanyak 7,31 juta ton dan meningkat di 2015 sebesar 9,93 juta ton. Kemudian pada akhir 2016, stok ikan lestari sebanyak 12,54 juta ton atau naik sekitar 71 persen dibandingkan 2013.  "Jadi ada kenaikan ikan yang boleh ditangkap secara berkelanjutan," ujar Susi saat konferensi pers, di Kantornya, Jakarta, Jumat (16/6).
 
Bertambahnya stok ikan lestari dibarengi angka impor ikan yang turun sejak 2015. Berdasarkan data KKP, impor ikan tahun 2014 sebanyak 307.222 ton dan pada 2015 menjadi sebesar 292.056 ton. Penurunan impor berlanjut pada 2016 sebesar 278.082 ton, dan hingga April 2017 sebanyak 127.851 ton. "Impor ikan itu jauh penurunannya, dari kuota impor yang diberikan, terpakai hanya 20 persen lebih sedikit," ujar Susi. (Baca: Menteri Susi: Tak Puas Kinerja Saya, Ajukan Mosi ke Presiden!)
 
Meski impor mengalami penurunan, konsumsi ikan per kapita masyarakat Indonesia mengalami kenaikan. Tercatat, konsumsi nasional pada 2016 meningkat dari 36 kilogram menjadi 43 kilogram. Sehingga, terdapat kenaikan konsumsi ikan sebesar tujuh kilogram per kapita.
 
Susi mencontohkan, dengan kenaikan tersebut, maka ikan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia dalam satu tahun terakhir naik tujuh kilogram. Bila dihitung berdasarkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta orang, dia memperkirakan total konsumsi sebesar dapat mencapai 1,75 juta ton per tahun. "Jika satu kilogram senilai US$ 1, maka nilainya mencapai US$ 1,75 miliar," ujar Susi.
 
Susi mengatakan, akan terus berupaya meningkatkan target konsumsi ikan di masyarakat. Pada 2019, konsumsi ikan per kapita ditargetkan mencapai 50 kilogram per tahun. (Baca:  Siasat Empat Kapal Bom Ikan Menyamar Jadi Nelayan Tradisional)
 
 
Reporter: Miftah Ardhian