Pemerintah Dorong Swasta Investasi di Empat Pelabuhan

Arief Kamaludin|KATADATA
Pelabuhan Tanjung Priok
10/10/2016, 16.50 WIB

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sedang menyusun peta jalan alias road map pembangunan pelabuhan darat. Dry port ini dibutuhkan dalam menunjang kelancaran arus logistik di pelabuhan. Swasta pun didorong berinvestasi dalam proyek ini.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan setidaknya ada empat lokasi untuk dijadikan lahan pembangunan proyek dry port. Daerah tersebut yaitu Tangerang, Semarang, Surabaya, dan Sumatera Utara. (Baca: Pangkas Waktu Bongkar Muat, Pemerintah Sidak 4 Pelabuhan).

Selain ke empat lokasi tersebut, pemerintah pun akan berfokus ke Indonesia Timur. “Besok mau kami rapatkan regulasinya, dan implementasi di lapangan seperti apa,” kata Ridwan usai rapat mengenai dry port di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin, 10 Oktober 2016.

Menurut Ridwan, saat ini hanya dua pelabuhan darat yang telah beroperasi, yakni dry port Cikarang dan Gedebage. Keduanya masuk wilayah Jawa Barat. Padahal, keberadaan dry port akan membantu dalam menurunkan waktu tunggu bongkar muat barang di pelabuhan alias dwelling time yang kerap menjadi masalah.

Targetnya, terbangunnya dry port bisa memangkas waktu dwelling time menjadi hanya dua hingga tiga hari saja. “Proses sederhananya begini, di pelabuhan itu barang hanya sandar, menurunkan barang, langsung angkut pakai kereta api. Jadi administrasi di darat,” kata Ridwan

Menurut dia, dry port akan memudahkan kelancaran logistik yang menumpuk di pelabuhan. Dengan begitu dapat diupayakan arus barangn lancar sehingga biaya logistik murah. (Baca: Menko Maritim: Antrean Kontainer di Pelabuhan Belawan Masih Panjang).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menurunkan tim untuk meninjau kesiapan salah satu pelabuhan yang menjadi target pengurangan dwelling time, yakni Belawan. Ternyata, kondisi pelabuhan tersebut masih buruk.

“Sabtu kemarin kami kirim tim ke Belawan. Kelihatan antrean kontainer panjang, banyak kendala” ujar Luhut usai bertemu Presiden Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin pekan lalu. (Baca juga: Perpres Keluar, Waktu Bongkar Muat di Priok Cuma 2,5 Hari).

Presiden Joko Widodo memang menyatakan belum puas dengan capaian penurunan waktu bongkar muat di pelabuhan. Walau saat ini sudah terlihat lebih baik, dia memerintahkan waktu bongkar muat kembali dipersingkat.

Dua tahun lalu, waktu bongkar muat di pelabuhan 6 - 7 hari, sekarang sudah turun hingga setengahnya. Bahkan Jokowi sempat menyebut sudah menyamai Malaysia. Namun, dia meminta agar kemajuan tersebut ditingkatkan lagi.


Aktivitas Bongkar Barang Dalam Negeri di 5 Pelabuhan Utama 2015

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.