KATADATA ? PT Pelindo II (Persero) baru saja mendapat dana segar senilai Rp 20,8 triliun dari hasil penerbitan obligasi. Dengan dana tersebut, perseroan siap melakukan pengembangan dan pembangunan lima pelabuhan prioritas mulai tahun ini.
Corporate Secretary Pelindo II Rima Novianti mengatakan dana obligasi yang didapat pada akhir bulan lalu, akan digunakan untuk proyek kepelabuhanan prioritas tahun ini. Proyek tersebut adalah proyek New Priok Kalibaru; Pelabuhan Sorong, Papua; Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat; Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat; dan Pelabuhan Tanjung Carat, Sumatera Selatan.
Kapasitas daya tampung mobil di pelabuhan Tanjung Priok juga akan ditambah, dari 250.000 unit menjadi 750.000 unit. Selain itu ada rencana pengembangan 12 pelabuhan lainnya yang sedang dikaji kelayakannya, untuk mendukung program tol laut.
?Studi kelayakan ini termasuk perencanaan pengerjaan kanal Cikarang ? Tanjung Priok,? kata Rima, kepada Katadata, Senin (11/5).
Pelindo mengalokasikan sekitar Rp 8 triliun digunakan untuk proyek New Priok, Rp 4 triliun sudah sudah dikucurkan, sisanya Rp 2 triliun tahun depan dan Rp 2 triliun lagi pada kuartal I-2017. Investasi untuk Pelabuhan Sorong sebesar Rp 3 triliun, Pelabuhan Cirebon Rp 1 triliun, dan Pelabuhan Kijing sebesar Rp 2 triliun ? Rp 3 triliun.
Saat ini pengerjaan proyek New Priok sudah berjalan 45 persen. Pelabuhan Sorong dan Kijing masih tahap studi kelayakan dan pembebasan lahan. Sedangkan pelabuhan Cirebon hanya perlu dioptimalkan saja.
?Pengerjaan fisik (Pelabuhan Sorong) akan dimulai bulan September 2015,? ujar Rima kepada Katadata, Senin (8/5).
Di luar pembangunan pelabuhan, dana hasil obligasi juga akan dipakai untuk membayar hutang sebesar Rp 6,5 triliun. Seluruh anggaran akan habis dipakai hingga kuartal I-2017.
Pelindo II menerbitkan obligasi dengan mata uang asing (global bond) dalam dua seri. Seri pertama senilai US$ 1,1 miliar dengan tenor 10 tahun, kupon 4,25 persen, dan imbal hasil 4,37 persen. Untuk seri kedua nilainya US$ 500 juta, dengan tenor 30 tahun, kupon 5,37 persen, dan imbal hasil 5,5 persen.
Penerbitan global bond ini merupakan yang terbesar dalam sejarah yang pernah dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pelindo II menunjuk tiga bank yakni ANZ, BNP Paribas, dan Citigroup, dan dua perusahaan sekuritas yaitu PT Danareksa Sekuritas dan juga PT Bahana Securities sebagai sebagai joint bookrunners dan joint lead managers untuk menangani transaksi obligasi tersebut.