Indonesia Selidiki Lonjakan Impor Karpet dari Tiongkok

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Ilustrasi. BPS mencatat terjadi tren kenaikan pada produk karpet dan penutup lantai tekstil lainnya asal Tiongkok dalam tiga tahun terakhir atau 2017-2019.
Penulis: Rizky Alika
Editor: Agustiyanti
12/6/2020, 13.53 WIB

Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia mulai melakukan penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan atau safeguards atas lonjakan jumlah impor karpet dan penutup lantai tekstil lainnya mulai 10 Juni 2020. Impor tersebut terutama berasal dari Tiongkok.

Hal ini dilakukan setelah mendapat permohonan dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia yang mewakili industri dalam negeri  pada 5 Juni 2020 lalu. Produk karpet dan penutup lantai tekstil lainnya mencakup 62 nomor Harmonized System atau HS 8 digit sesuai dengan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia tahun 2017.

"Dari bukti awal permohonan yang diajukan API, KPPI menemukan adanya lonjakan jumlah impor karpet dan penutup lantai tekstil lainnya," kata Ketua KPPI Mardjoko seperti dikutip dari keterangan pers, Jumat (12/6).

(Baca: RI Kena Tuduhan Perdagangan Tidak Sehat, Apa Itu Safeguards & Dumping?)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam tiga tahun terakhir atau 2017-2019, terjadi peningkatan volume impor karpet dan penutup lantai tekstil lainnya dengan tren sebesar 25,2 persen per tahun. Pada 2017, volume impor produk ini tercatat sebesar 21.907 ton, kemudian pada 2018 naik 31,0 persen menjadi sebesar 28.706 ton, dan pada 2019 naik 19,7 persen menjadi sebesar 34.357 ton.

Halaman:
Reporter: Rizky Alika