Transaksi e-Commerce Capai Rp 266 T, Kemenperin Gencarkan e-Smart IKM

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/aww.
Kementerian mendorong industri kecil dan menengah (IKM) mengaplikasikan teknologi digital, seperti memasarkan produknya melalui e-commerce.
Penulis: Safrezi Fitra
24/10/2021, 16.52 WIB

Transformasi digital yang terjadi saat ini dipercepat dengan kondisi dunia karena terjadinya pandemi Covid-19. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen mendorong para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dapat mengaplikasikan teknologi digital, termasuk dalam aspek pemasaran.

Transformasi digital telah mengubah perilaku konsumen, salah satunya dalam hal pemilihan saluran pembelian atau belanja konsumen ke digital. Plt. Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita melihat adanya peluang ekonomi digital Indonesia yang begitu luar biasa.

Makanya, pada tahun 2017, Kemenperin meluncurkan program e-Smart IKM. Program ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku IKM untuk mampu memasarkan produknya lewat platform digital. Hingga tahun lalu, program tersebut sudah diikuti belasan ribu IKM di seluruh Indonesia.

“Program ini diharapkan agar produk-produk IKM nasional memiliki kualitas yang bisa berdaya saing global, dengan memanfaatkan platform digital yang ada seperti e-commerce, website dan media sosial,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Katadata.co.id, Minggu (24/10).

Menurut data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi e-commerce Indonesia pada tahun 2020 mencapai Rp266,3 triliun. Nilai transaksinya diperkirakan akan terus meningkat seiring masifnya perubahan perilaku belanja masyarakat ke sistem digital.

Sejak tahun 2020, pelaksanaan program e-Smart IKM menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Gernas BBI merupakan sebuah gerakan nasional sebagai bentuk dukungan terhadap industri/produk dalam negeri.

“Selain itu, kampanye Gernas BBI yang intens dilakukan pemerintah juga bertujuan meningkatkan UMKM/IKM onboarding di plaform digital, dengan target 30 juta UMKM/IKM onboarding pada tahun 2023,” ungkapnya.

Reni menambahkan, pihaknya telah melaksanakan berbagai program dalam mendukung Gernas BBI, di antaranya pelaksanaan webinar series bersama marketplace Indonesia dan puncaknya pada Festival Joglosemar pada bulan Mei 2021. Sebagai kelanjutan program pembinaan dari Gernas BBI, Ditjen IKMA melaksanakan kegiatan Workshop e-Smart IKM bagi sentra IKM di Kota Malang.

‘’Sebagai tindak lanjut program e-Smart IKM ini, ke depannya kepada para IKM yang aktif dan lolos kurasi akan dipilih untuk mengikuti ( program dari Ditjen IKMA, antara lain pendampingan digital marketing, manajemen usaha, dan fasilitasi membership di e-commerce global dalam program IKM Go Global,” ujarnya.

Reni mengajak pemerintah daerah dan kolaborator untuk dapat meneruskan pembinaan kepada para IKM, sehingga mereka mendapat akses untuk terus berkembang dalam rangka meningkatkan daya saing industri demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dia pun mengapresiasi platform marketplace yang bersedia berkolaborasi bersama pemerintah dalam upaya edukasi kepada IKM. "Sudah saatnya marketplace di Indonesia dibanjiri oleh produk lokal,” kata Reni.