Tol Cisumdawu Rampung Oktober, Bandung-Bandara Kertajati Hanya 1 Jam

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom.
Kendaraan melintasi terowongan kembar di jalur fungsional Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/5/2022).
15/9/2022, 10.32 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menargetkan seluruh konstruksi Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu rampung pada akhir Oktober 2022. Artinya, konstruksi tol tersebut molor hingga 10 bulan dari jadwal seharusnya.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan keterlambatan tersebut disebabkan oleh gerakan tanah yang cukup besar di ruas tol tersebut. Dengan demikian, jadwal penyelesaian diundur hingga Oktober 2022.

Hedy berpendapat ada dua ruas tol yang memiliki masa pekerjaan yang cukup lama, yakni Tol Cisumdawu dan Tol Balikpapan-Samarinda atau Balsam. Namun demikian, Tol Balsam telah beroperasi penuh sepanjang pada Juli 2022.

"Konstruksi Tol Cisumdawu nggak selesai-selesai sampai sekarang. Kami harapkan operator Tol Cisumdawu serius. Kekhawatiran dan kegemasan bapak-bapak sama dengan kami, kami ingin ini selesai," kata Hedy dalam rapt dengar pendapat bersama Komisi V DPR, Rabu (14/9).

Hedy menyatakan pemerintah telah memberikan viability gap fund atau dukungan dana dalam bentuk pengerjaan dua ruas sepanjang  28,5 kilometer (Km), yakni Cileunyi-Ranca Kalong dan Ranca Kalong-Sumedang. Kedua ruas tersebut ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2022.

 Sementara itu, PT Citra Karya Jabar Tol selaku badan usaha jalan tol atau BUJT Cisumdawu bertugas membangun empat seksi sepanjang 33,2 Km. Keempat seksi tersebut adalah Sumedang-Cimalaka (4,05 Km), Cimalaka-Legok (8,2 Km), Legok-Ujung Jaya (14,9 Km), dan Ujung Jaya-Dawuan (4 Km).

Hedy mengatakan pemerintah akhirnya memfasilitasi konstruksi ruas yang menjadi tanggung jawab BUJT belum lama ini. Menurutnya, langkah itu dilakukan karena progres konstruksi BUJT tampak lambat.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT, biaya konstruksi Tol Cisumdawu mencapai Rp 5,58 triliun dengan total investasi senilai Rp 8,41 triliun. Hingga akhir Agustus 2022, progres konstruksi jatah BUJT baru mencapai 73,61%, sementara itu konstruksi jatah pemerintah telah mencapai 97,94%.

Pada 24 Januari 2022, ruas Cileunyi-Ranca Kalong mulai dioperasikan lantaran telah lulus Uji Laik Fungsi pada 17-18 Januari 2022. Ruas tersebut telah berhasil memangkas perjalanan Bandung-Cirebon dari 60 menit menjadi 15 menit.

 Pengoperasian seluruh Tol Cisumdawu akan memangkas jarak dan waktu tempuh antara wilayah Bandung dan Bandara International Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati hingga 50%. Pasalnya, jarak antara Bandung ke Bandara Kertajati menjadi 60 kilometer (Km) melalui Tol Cisumdawu, dibandingkan melalui jalan arteri hingga 180 Km.

"Harapannya Bandung menuju Kertajati bisa 1 jam. Dengan demikian, arus mobilisasi barang dan jasa menjadi lebih efisien sehingga industri dan pariwisata di wilayah sekitar dapat terus tumbuh," kata Kepala BPJT Danang Parikesit.

Penyelesaian konstruksi Tol Cisumdawu dinilai penting untuk menghubungkan beberapa kawasan industri dengan infrastruktur perhubungan di Jawa Barat, seperti Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban. Adapun, beberapa kawasan industri yang dimaksud adalah Kawasan Ciayu dan Kawasan Rebana. 

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan ada 16 ruas jalan tol baru dengan panjang total 331,97 kilometer (km) yang akan dirampungkan dan mulai beroperasi pada tahun 2022.

Reporter: Andi M. Arief