Mentan akan Sulap 200 Ribu Ha Rawa jadi Sawah Dorong Produksi Beras

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/aww.
Ilustrasi.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
16/11/2023, 11.38 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan mengoptimalkan lahan rawa seluas 200 hektare di Kalimantan Selatan untuk bisa menopang produksi pangan nasional, khususnya beras. Optimalisasi lahan tersebut berpotensi menghasilkan satu juta ton beras. 

"Kementerian Pertanian akan merancang Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan menjadi penopang pangan nasional," katanya saat meninjau lahan rawa tadah hujan di Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, Kamis.

Ia mengatakan, optimasi lahan rawa akan dilakukan melalui rehabilitasi dan dijadikan lahan sawah. Ia pun akan menaikkan indeks pertanaman lahan sawah rawa dari saat ini satu kali dalam setahun menjadi dua kali. Langkah yang akan dilakukan adalah  dengan membangun tanggul sepanjang sungai, agar tersedia air dan tidak terjadi banjir.

Amran optimistis dapat membangun dan mengoptimalkan lahan rawa di Kabupaten Tanah Laut lantaran Program Serasi (Selamatkan Lahan Rawa Sejahterakan Petani) berjalan baik. Ia mencatat, penyaluran pupuk di Kabupaten Tanah Laut bahkan tercatat jadi yang terbaik. Tidak ada satu pun petani yang mengeluh masalah pupuk karena sudah menerapkan KTP untuk menebus mendapatkan pupuk subsidi.

"Benih padi yang digunakan pada lahan rawa ini yakni bibit unggul, sesuai keinginan petani, bukan pemerintah pusat. Karena petani yang tanam, banyak petani yang tidak mau tanam benih bantuan karena produksinya rendah. Sekarang, benih yang diminta petani di seluruh Indonesia, itu yang kami siapkan," kata Amran.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Ali Jamil menjelaskan, tata kelola air yang efisien dan perbaikan infrastruktur irigasi menjadi krusial dalam mengelola lahan rawa.  Petani-petani di Tanah Laut tidak hanya mengubah lahan rawa tadah hujan menjadi ladang yang produktif, tetapi juga dengan gigih menciptakan jaringan saluran drainase yang menjaga tanah tetap subur.

"Sebelum program Serasi pada 2019, lokasi Kabupaten Tanah Laut ini mengalami kendala yang menghambat pertanaman. Dengan adanya program Serasi, manajemen air ditingkatkan, memungkinkan pertanaman pada musim hujan, yang sebelumnya sulit karena risiko banjir," ujar Ali.