Garuda Pastikan Tak Manfaatkan Momen Nataru untuk Naikkan Harga Tiket

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Ilustrasi. Garuda Indonesia memperkirakan permintaan tiket pesawat akan naik hingga 30% pada momen Nataru.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
24/11/2023, 11.57 WIB

PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan permintaan tiket pesawat akan meningkat hingga 30% pada musim Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Emiten penerbangan berkode GIAA ini memastikan tidak akan memanfaatkan momen tersebut untuk menaikkan harga tiket pesawat di atas tarif batas atas.

Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya akan mematuhi aturan Tarif Batas Atas walaupun biaya operasional saat ini membengkak. Harga tiket penerbangan Garuda Indonesia akan sama dengan musim Nataru 2022/2023.

"Kami tentu ikut aturan yang ada. Kami selalu cari cara untuk menekan biaya operasional, tapi tetap mengutamakan keselamatan," kata Irfan kepada Katadata.co.id, Jumat (24/11).

Irfan memastikan penjualan tiket perseroan akan meningkat selama musim Nataru 2023/2024. Menurutnya, penjualan tiket GIAA akan naik hingga 30% pada akhir tahun ini.

Ia sebelumnya berharap agar tarif batas atas atau TBA tiket pesawat terbang dinaikkan. Kenaikan ini untuk memberi ruang finansial bagi maskapai. Meski demikian, Irfan menyerahkan keputusan tersebut pada Kementerian Perhubungan.

Menurut dia, penyesuaian tarif bukan hanya karena kenaikan harga avtur saat ini tetapi juga harga komponen pesawat yang naik dan minimnya armada yang beroperasi. Kementerian Perhubungan hingga kini masih mengevaluasi TBA harga tiket pesawat.  

Berdasarkan data one solution yang dirilis Pertamina, harga avtur periode 15 sampai 30 November 2023 di Bandar Udara Soekarno Hatta untuk penerbangan domestik mencapai Rp 14.558,04 per liter.

Harga tersebut sebenarnya sudah turun dibandingkan periode dua pekan sebelumnya yang mencapai Rp 14.780,64 per liter. Namun, harga avtur  telah melonjak 23,86% dibandingkan posisi akhir semester pertama tahun ini di Rp 11.753,28 per liter.

Kemenhub mendata biaya avtur dan pelumas mendominasi hingga 40% dari total biaya operasional pesawat (BOP). Sedangkan biaya pemeliharaan dan overhaul mencapai 25%, sewa pesawat 20%, dan biaya lain-lain 15%.


Reporter: Andi M. Arief