Alasan Jokowi Bangun Pabrik Pupuk di Papua: Dekat Gas dan Food Estate

ANTARA/HO Kementerian Investasi/BKPM.
Presiden Jokowi (tengah) didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kedua kanan) dan Menteri ESDM Arifin Tasrif (kedua kiri) dalam groundbreaking Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Kamis (23/11).
Penulis: Antara
Editor: Sorta Tobing
24/11/2023, 15.51 WIB

Presiden Joko Widodo berharap kehadiran Kawasan Industri Pupuk Fakfak dapat menekan kesenjangan di Papua Barat. Dengan begitu masyarakatnya pun semakin sejahtera. 

Apalagi, selama lebih 40 tahun Indonesia hanya memiliki lima industri pupuk dan semuanya terkonsentrasi di kawasan barat. "Kemarin, industri pupuk akhirnya mulai dibangun di kawasan timur Indonesia," kata Jokowi melalui akun X resminya, Jumat (24/11). 

Lokasinya yang berada di Papua menjadi strategis karena dekat dengan sumber suplai gas bumi, bahan bakar untuk pabrik pupuk. Dalam jangka panjang, produksi pupuknya akan memasok lumbung pangan di Papua.

Pembangunan food estate tersebut rencananya dimulai awal tahun depan. "Kalau tidak di-back-up industri pupuk akan berat. Ini sebuah rencana besar yang saling mendukung dan Tanah Papua akan semakin makmur," ucap Presiden. 

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan akan mengawal langsung realisasi kawasan industri tersebut. Nilai investasinya mencapai Rp 30 triliun di lahan seluas 2.000 hektare.

Halaman: