Aksi Peringatan Hari ke-100 Matinya Eskalator Stasiun Bekasi

ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.
Seorang penumpang kereta melakukan aksi dengan membawa bunga bertuliskan ÒTurut berduka cita atas wafatnya satu eskalatorÓ di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/1/2024). Aksi tersebut sebagai bentuk kritik penumpang angkutan umum kereta karena sudah 100 hari, satu eskalator di stasiun rusak sehingga menganggu kenyamanan penumpang.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
1/2/2024, 17.46 WIB

Karangan bunga dan nisan diletakkan di depan peringatan perbaikan eskalator di Stasiun Bekasi yang sudah tidak berfungsi selama 100 hari. Ini adalah aksi para pengguna KRL untuk mendesak pengelola memperbaiki eskalator yang telah rusak sejak Oktober 2023. 

Aksi simbolis ini diinisiasi oleh pengguna KRL Mega Utami yang juga pemilik akun @PernebangRoket di media sosial X. Ia sebelumnya kerap memposting kondisi eskalator Stasiun Bekasi yang tidak berfungsi dari hari pertama hingga 100. 

Aksinya melalui tagar #100HariWafatnyaEskalator pun viral. Beragam foto dan video pengguna KRL di depan nisan dengan berbagai aksi berseliweran di media sosial. Ada yang  menaruh bunga di atas nisan hingga berdoa. 

Menanggapi aksi yang viral tersebut, Kementerian Perhubungan menyatakan perbaikan eskalator di Stasiun Bekasi mundur hingga pertengahan Februari 2024. Dengan kata lain, dua eskalator di Stasiun Bekasi akan tidak berfungsi hingga sekitar 116 hari hingga pertengahan bulan ini.

Kepala Balai Jakarta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Ferdian Suryo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Ferdian mengatakan perbaikan dua eskalator di Stasiun Bekasi terlambat karena terkendala proses pengadaan dan produksi suku cadang.

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief