Penjualan Semen Nasional Anjlok Imbas Pengurangan Anggaran IKN
Asosiasi Semen Indonesia atau ASI mendata konsumsi semen di dalam negeri Januari sampai Mei 2025 susut lebih dari 360.000 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun peningkatan ekspor semen membuat penjualan industri semen secara agregat masih tumbuh 1,3% secara tahunan.
Penyusutan konsumsi semen nasional didorong oleh pengurangan permintaan di Kalimantan Timur. Karena itu, konsumsi semen di seluruh Pulau Kalimantan anjlok 19,3% secara tahunan atau mendekati 390.000 ton.
"Penurunan konsumsi semen di Pulau Kalimantan terjadi karena penurunan alokasi anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara," kata Sekretaris Jenderal ASI, Ari Wirawan kepada Katadata.co.id, Selasa (24/6).
Seperti diketahui, anggaran yang diterima Otorita IKN pada tahun ini senilai Rp 14,4 triliun. Angka tersebut hanya sepertiga dari alokasi pembangunan IKN tahun lalu yang mencapai Rp 43,4 triliun.
Secara total, hanya 11 dari 34 daerah penjualan semen yang menunjukkan pertumbuhan konsumsi hingga bulan lalu. Mayoritas provinsi dengan pertumbuhan positif ada di Pulau Sumatra yang membuat konsumsi di sana naik hampir 6% secara tahunan.
Konsumsi semen di Pulau Andalas berkontribusi sekitar 20% dari total penjualan di dalam negeri. Mayoritas atau lebih dari 50% penggunaan semen nasional masih berada di Pulau Jawa.
Selain Sumatra, pertumbuhan positif terjadi di kawasan bagian timur Indonesia yang terdiri dari empat daerah, yakni Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Pertumbuhan konsumsi semen di kawasan tersebut hanya didukung Maluku yang naik menjadi lebih dari dua kali lipat secara tahunan.
"Peningkatan permintaan semen di Maluku karena memasok untuk pembangunan smelter nikel," kata Ari.
Di sisi lain, pertumbuhan ekspor industri semen didukung produk clinker sebesar 18,1% secara tahunan pada Januari-Mei 2025 menjadi 5,4 juta ton. Sementara itu, permintaan semen lokal susut 17,6% menjadi kurang dari setengah juga ton.
Ketua Umum ASI, Lilik Unggul Raharjo, mengatakan utilisasi produksi pada tahun ini dapat naik menjadi 60%. Angka tersebut hanya dapat dicapai jika rencana penambahan anggaran program renovasi rumah menjadi Rp 43,6 triliun terealisasi.
Realisasi penambahan anggaran renovasi rumah dapat menambah konsumsi semen nasional sejumlah 4 juta ton. Menurutnya, rencana tersebut akan membantu permintaan industri semen yang tercatat susut 1,8% secara tahunan pada lima bulan pertama tahun ini.
Konsumsi semen pada tahun ini diproyeksi hanya naik 2,2 juta ton. Dengan kata lain, penambahan anggaran renovasi rumah berpotensi mendongkrak konsumsi semen di dalam negeri sebesar 6,2 juta ton.
"Pertumbuhan permintaan 4 juta ton itu agak optimis. Namun harapan kami tentunya peningkatan anggaran renovasi rumah bisa terjadi," kata Lilik