Pramono Libatkan Menteri PU untuk Atasi Kemacetan di Jalan TB Simatupang

Katadata/Fauza Syahputra
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat jam pulang kerja di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2025). Pemprov DKI Jakarta menyiapkan strategi guna mengatasi kemacetan di kawasan tersebut salah satunya yaitu memperlebar ruas jalan dengan mengalihfungsikan sementara trotoar yang tidak digunakan oleh pejalan kaki karena adanya proyek galian.
2/9/2025, 14.35 WIB

Gubernur Jakarta Pramono Anung telah membahas penanganan kemacetan di Jalan TB Simatupang bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Selasa (2/9). Jalan TB Simatupang merupakan jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Pramono belum merinci strategi penanganan kemacetan di Jalan TB Simatupang yang melibatkan pemerintah pusat. Salah satu solusi jangka menengah yang tengah dikaji adalah pembangunan jalan layang atau flyover di perempatan besar sepanjang jalan tersebut.

“Saya sudah sampaikan ke Menteri PU, beliau dan tim sudah mengizinkan. Dengan penanganan ini, kemacetan di Jalan TB Simatupang pelan-pelan kami kurangi,” ujar Pramono di kantornya.

Kemacetan di kawasan itu dipicu oleh pekerjaan galian untuk memindahkan kabel utilitas ke bawah tanah dan penataan air limbah. Sebagai solusi cepat, Pramono menginstruksikan kontraktor penataan air limbah, PT Rosa Lisca, untuk melakukan galian hanya pada malam hari.

"Saya telah meminta kontraktor untuk merapikan wilayah kerja. Sebab, mereka hanya akan melakukan pekerjaan galian pada malam hari, sedangkan masyarakat akan mengakses secara penuh Jalan TB Simatupang pada siang hari," katanya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Yustinus Prastowo, menyebutkan pihaknya juga telah membahas sejumlah alternatif solusi kemacetan bersama pejabat Pemprov DKI.

Prastowo mencatat setidaknya ada 8 penanganan jangka pendek terkait kemacetan Jalan TB Simatupang, yakni:

  • peninjauan kembali proyek galian sepanjang 11 kilometer di Jalan TB Simatupang
  • Percepatan pekerjaan penataan air limbah
  • Koordinasi akses jalan tol dengan pemerintah pusat
  • Pemanfaatan area publik sebagai area halte atau parkir  sementara
  • Alih fungsi trotoar di area terdampak untuk pelebaran jalan
  • Penguatan koordinasi aparat penegak hukum dan perusahaan transportasi umum
  • Kerja sama dengan platform lalu lintas untuk menyediakan rute alternatif
  • Mengkaji pembangunan jalan layang

Dalam akun Instagram resminya, Dinas Perhubungan sudah memberi imbauan kepada pengguna jalan terkait pekerjaan ini. Mereka bahkan sudah memberi perkiraan waktu puncak kepadatan terjadi.

Daftar Lokasi Pekerjaan Pemasangan Pipa Air Limbah TB Simatupang

Section 4

  • Pit MS-4 Depan Gedung Cibis (5 Juli–21 November 2025), dua lajur menjadi satu.
  • Pit MS-6: Depan SPBU (5 Juli–17 Oktober 2025) dua lajur menjadi satu
  • Pit MS-7: Depan Warung Sunda (5 Juli–21 November 2025), dua lajur menjadi satu.

Section 5

  • Pit MU-42 : Depan Gedung Ratu Prabu (20 September–26 Desember 2025), tiga lajur menjadi dua.
  • Pit MU-43: Depan Gedung Ratu Prabu( 19 Juli–26 Desember 2025), tiga lajur menjadi dua
  • Pit MU-44, Depan Wisma Raharja (19 Juli–17 Oktober 2025).

Perlu diketahui bahwa pemasangan pipa air limbah ini merupakan proyek dari PD PAL Jaya yang dilaksanakan oleh PT Rosa Lisca sebagai kontraktor. Panjang pekerjaan direncanakan mencapai 2,5 km.

Proyek ini terbagi atas delapan seksi namun yang sekarang menjadi penyebab kemacetan adalah seksi 4 dan 5. Sementara seksi 1,2 serta 3 berada di kawasan privat sehingga tidak terlalu memberi dampak terhadap lalu lintas.

Kemudian untuk seksi 6,7 dan 8 sampai sekarang masih belum disampaikan kapan bakal mulai dikerjakan.

Disarankan kepada pengguna jalan mengatur ulang jadwal perjalanannya untuk menghindari kemacetan yang terjadi. Selain itu tak ada salahnya buat mencari jalur alternatif agar mobilitas bisa tetap terjaga dengan baik.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief