Dirut Garuda Indonesia ke AS, Lanjutkan Negosiasi Pembelian 50 Pesawat Boeing

ANTARA FOTO/Andri Saputra/YU
Pesawat Garuda bersiap lepas landas di Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara, Kamis (28/11/2024). Pemerintah resmi menurunkan harga tiket pesawat domestik hingga 10 persen yang berlaku selama 16 hari periode Natal dan Tahun Baru, terhitung mulai 19 Desember 2024 sampai 3 Januari 2025 di seluruh Bandara di Indonesia, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto guna mengurangi beban harga tiket pesawat serta meningkatkan aktivitas pariwisata dalam negeri.
22/9/2025, 11.57 WIB

Direktur Utama Garuda Indonesia (GA) Wamildan Tsani saat ini sedang berada di Amerika Serikat (AS) untuk membahas rencana pengadaan pesawat Boeing. Hal ini disampaikan Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim karena Wamildan berhalangan hadir dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI, Senin (22/9).

“Bapak Direktur Utama hari ini mendampingi Bapak Presiden RI dalam lawatannya ke AS untuk melakukan diskusi lanjutan terkait rencana pengadaan armada dari Boeing,” kata Reza.

Pemerintah telah berencana membeli 50 pesawat Boeing dari AS untuk mengembangkan bisnis Garuda Indonesia. Langkah ini juga menjadi bagian dari kesepakatan dagang dengan pemerintah AS untuk menurunkan tarif impor resiprokal dari 32% menjadi 19%.

Reza menjelaskan, kerja sama pengadaan pesawat dengan Boeing merupakan strategi jangka panjang perusahaan. Tujuannya agar Garuda Indonesia mendapatkan kepastian jumlah pesawat dan harga yang lebih kompetitif.

Menurut dia, pertemuan GA bersama pemangku kepentingan lain bertujuan memastikan pembelian pesawat tersebut membawa keuntungan optimal, baik secara strategis, operasional, maupun finansial.

Bagian Restrukturisasi

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menegaskan bahwa pembelian pesawat Boeing menjadi bagian dari restrukturisasi Garuda Indonesia.

“Restrukturisasi Garuda Indonesia sudah menjadi prioritas,” kata Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (23/7).

Ia menjelaskan akan ada sejumlah aksi korporasi, baik secara tunai maupun non-tunai, untuk memperkuat maskapai penerbangan pelat merah tersebut. “Ini termasuk ekspansi, penambahan pesawat kami,” ujarnya.

Dony menambahkan, penambahan jumlah pesawat juga bertujuan meningkatkan kualitas layanan. Ia mengakui jumlah pesawat saat ini masih terbatas dan kualitas layanan yang dirasakan penumpang bisa menurun.

"Kami berharap penambahan pesawat mampu mendongkrak standar layanan sekaligus memperkuat posisi Garuda Indonesia menjadi perusahaan yang sehat,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani