Mendag: Restoran Es Teler 77 hingga Pagi Sore Bakal Buka Cabang di Luar Negeri

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Menteri Perdagangan Budi Santoso (kanan) saat melihat kerajinan tangan berbahan bambu yang dihadirkan di ajang pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (19/10/2025). Gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 ke-40 yang berlangsung selama lima hari itu mencatatkan nilai transaksi sebesar 22,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp376,2 triliun yaitu melampaui target awal transaksi 16,5 miliar dolar AS.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
20/10/2025, 07.37 WIB

Tiga jaringan restoran di Indonesia, Pagi Sore, Sate Khas Senayan, dan Es Teler 77 bersiap membuka cabang di luar negeri pada tahun depan. Ekspansi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai ekspor pertanian, khususnya komoditas rempah, melalui promosi kuliner Indonesia di pasar global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, terdapat enam restoran waralaba lokal yang tengah bersiap melakukan ekspansi ke luar negeri. Mereka akan membuka cabang di Australia, Malaysia, dan sejumlah negara Eropa mulai tahun depan. 

Dari keenam jaringan restoran tersebut, menurut Budi, terdapat tiga restoran yakni Pagi Sore, Sate Khas Senayan, dan Es Teler 77 yang telah meneken nota kesepahaman dengan pihaknya untuk membuka cabang di luar negeri.

"Kami akan memasok bahan baku dan rempah-rempah ke restoran waralaba tersebut. Dengan demikian, kami bisa meningkatkan ekspor di sektor pertanian, khususnya rempah," kata Budi dalam acara Trade Expo Indonesia 2025, Minggu (19/10).

Ia menjelaskan, ada dua program utama  yang tengah didorong pemerintah untuk mendorong ekspor hasil pertanian, yakni pengembangan restoran waralaba Indonesia di luar negeri dan Rasa Rempah Indonesia (S’RASA). 

S’RASA adalah program Kemendag untuk membina restoran independen di luar negeri. Saat ini ada delapan restoran Indonesia di lima kota besar dunia—Amsterdam, London, New York, Sydney, dan Tokyo—yang tengah mengikuti program uji coba tersebut.

Delapan restoran yang saat ini menjadi peserta program S'RASA adalah:
- Warung Barokah di Amsterdam
- Toko Kalimantan di Amsterdam
- Madura Kitchen di London
- Jakarta Munch di New York
- Pandawa Nasi Bungkus Australia di Sydney
- Medan Ciak di Sydney
- Kuta Bali Cafe di Tokyo
- Restoran Padang Amanah Mande di Tokyo

Menurut Budi, program ini tak hanya soal promosi kuliner, tapi juga penguatan rantai pasok bahan baku dari petani Indonesia. “Setiap restoran yang berkembang berarti ekspor rempah kita bertambah. Ini cara paling nyata memperkenalkan Indonesia lewat rasa,” ujarnya.

Data Kementerian Luar Negeri menunjukkan ekspor kopi, teh, dan rempah pada paruh pertama 2025 melonjak 86,5% dibanding periode yang sama tahun lalu, mencapai US$ 1,63 miliar. Rempah kini menjadi komoditas ekspor nonmigas terbesar kedua setelah kakao.

 
 
 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief