Zulhas Cerita Prabowo Sempat Tawari Bahlil Jabatan Menko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bercerita Bahlil Lahadalia hampir menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat masa pembentukan Kabinet Merah Putih. Ia juga nyaris menjabat posisi ini.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu bercerita Presiden Prabowo Subianto awalnya menawarkan jabatan Menko Perekonomian kepada Bahlil Lahadalia sebelum pelantikan pada 20 Oktober 2024. Namun Bahlil merekomendasikan Zulhas, karena pernah menjabat Menteri Perdagangan, Menteri Kehutanan, dan Ketua MPR.
Berkat rekomendasi Bahlil itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad meminta Zulhas menandatangani dokumen untuk menjabat sebagai Menko Perekonomian.
Namun Zulhas meminta untuk menjabat menteri di bidang pangan kepada Presiden Prabowo Subianto, karena sudah berjanji kepada ayahnya untuk membantu saudara di kampung halaman yang mayoritas bekerja sebagai petani.
Presiden Prabowo Subianto memenuhi permintaan itu, dan memberikan jabatan Menko Pangan kepada Zulhas. Setelah dilantik, Zulhas menyampaikan dirinya bersedia diganti, jika tidak berhasil mengoordinasikan urusan pangan di pemerintahan hingga 2027.
"Saya katakan ke Prabowo, beri saya waktu dua tahun. Kalau saya tidak berhasil menangani urusan pangan, Bapak boleh mengganti saya," kata Zulhas di kantor Kementerian Perdagangan, Senin (21/10).
Jabatan Menko Perekonomian pun diemban oleh Airlangga Hartarto. Sementara itu, Bahlil menduduki posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM.
Setelah dilantik, Zulhas berencana memanfaatkan lahan kosong di Papua. Ia mengatakan penggunaan lahan di Papua untuk kebutuhan pangan telah diusulkan sejak 2014.
Ketua Umum PAN itu menjelaskan produksi pangan nasional tidak bisa bertumpu pada lahan di Pulau Jawa. Oleh karena itu, Zulhas menilai masa depan industri pertanian nasional ada di Papua.
Zulhas telah membuat program penggarapan 600 ribu sampai dua juta hektare lahan pertanian di Papua. Komoditas yang akan ditanam di Papua di antaranya tebu, padi, dan jagung.
"Kami ada Papua yang luas, tetapi belum dioptimalkan penggunaannya. Mohon bantuan dan doanya agar bisa sukses meraih status swasembada pangan," kata Zulhas.