Ekspor Udang Indonesia ke AS Dibuka Lagi, KKP Siapkan 200 Kontainer

ANTARA FOTO/Saiful Bahri/wsj.
Warga memilah udang saat akan ditimbang di Pantai Jumiang, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (25/4/2021).
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Sorta Tobing
6/11/2025, 11.58 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pengiriman 200 unit kontainer udang ke Amerika Serikat pada bulan ini. Pintu pasar udang di Negeri Paman Sam telah dibuka dan pengirimannya akan menyertakan sertifikat bebas zat radioaktif yang diterbitkan pemerintah.

Kepala Badan Mutu KKP Ishartini mengatakan sebanyak 130 unit kontainer udang yang akan dikirim ke AS  sedang diperiksa oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional. Pemeriksaan tersebut akan rampung dan mulai dikirim dari Surabaya, Jawa Timur pada akhir pekan ini.

Total volume udang yang diekspor tersebut sekitar 2 ribu ton. "Nilainya tinggal dikalikan dengan harga per kilogramnya sekitar Rp 80 ribu," kata Ishartini di kantornya, Jakarta, Kamis (6/11).

Pintu ekspor ke AS telah dibuka dengan syarat sertifikat bebas zat radioaktif sejak Jumat pekan lalu. Ada tujuh kontainer udang yang dikapalkan ke Negeri Paman Sam senilai US$ 1,22 juta atau sekitar Rp 20 miliar selama sepekan terakhir.

Pemerintah berencana membangun empat fasilitas pengujian zat radioaktif dalam waktu dekat. Pembangunan laboratorium pengujian menjadi penting agar target nilai ekspor produk perikanan tahun ini senilai US$ 6,25 miliar tercapai. KKP mencatat total nilai ekspor produk perikanan pada Januari-September 2025 telah mencapai US$ 4,52 miliar.

Ishartini menyampaikan tiga lokasi laboratorium pengujian radionuklida yang disiapkan adalah Surabaya, Jawa Timur; Makassar, Sulawesi Selatan; dan Medan, Sumatra Utara. Laboratorium ini merupakan hasil diskusi pemerintah dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA.

Ishartini mengatakan FDA telah menunjuk KKP sebagai badan yang berwenang menerbitkan sertifikat bebas zat radioaktif sebagai syarat ekspor udang ke Amerika Serikat pada 9 Oktober 2025.

Ekspor udang berkontribusi sekitar 30% atau senilai US$ 1,39 miliar ke nilai ekspor produk perikanan pada sembilan bulan pertama tahun ini. Nilai ekspor udang ke Amerika Serikat tercatat mencapai US$ 881,27 juta atau hampir 20% dari total ekspor perikanan Januari-September 2025.

"Kalau udang Indonesia sudah bisa masuk ke pasar AS lagi, penjualan ke negara lain bisa lebih mudah," ujarnya.

Berdasarkan data KKP, pasar ekspor utama produk perikanan nasional selain AS adalah Cina, Jepang, negara anggota ASEAN, dan negara anggota Uni Eropa. Peningkatan ekspor terbesar terjadi pada negara anggota Asia Tenggara sebesar 24,4% secara tahunan pada Januari-September 2025 menjadi US$ 711,99 juta.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief