Nilai Ekspor Udang ke AS Tetap Tumbuh Meski Ada Kasus Kontaminasi Zat Radioaktif
Nilai ekspor udang ke Amerika Serikat tetap tumbuh positif pada Januari-September 2025 meskipun ada penemuan zat radioaktif pada Juni 2025. Penemuan tersebut menyebabkan 41 produsen udang nasional masuk daftar kuning dan harus menyertakan sertifikat bebas zat radioaktif sebagai syarat ekspor.
"Jadi, ada pergeseran permintaan udang ke perusahaan lain di dalam negeri untuk mengisi pasar Amerika Serikat," kata Direktur Pemberdayaan Usaha KKP Catur Sarwanto kepada Katadata.co.id, Kamis (6/11).
Untuk diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA mengirimkan notifikasi zat radioaktif pada kontainer udang Indonesia pada akhir Juli 2025. Namun, nilai ekspor udang ke Negeri Paman Sam hanya susut 10,17% dari US$ 95,86 pada Juli 2025 menjadi US$ 86,11 juta pada Agustus 2025.
FDA baru menetapkan sertifikat bebas radioaktif sebagai syarat ekspor 41 produsen udang di Pulau Jawa dan Provinsi Lampung pada 9 Oktober 2025. Namun, nilai ekspor udang ke negara tersebut tercatat naik 16,61% secara bulanan menjadi US$ 100,42 juta pada September 2025.
Selain itu, KKP berencana memperluas pasar ekspor udang ke Timur Tengah pada tahun depan. Sejauh ini, lima negara berkontribusi sampai 91,5% nilai ekspor udang nasional pada Januari-September 2025, yakni Amerika Serikat, Jepang, Cina, Uni Eropa, dan Asean.
KKP mencatat nilai ekspor udang pada sembilan bulan pertama tahun ini mencapai US$ 1,4 miliar. Adapun, mayoritas atau hampir 63% nilai ekspor tersebut hasil pengapalan udang ke Amerika Serikat senilai US$ 881,27 juta.
"Kami sebetulnya sekarang sedang menggarap pasar Timur Tengah untuk menjadi pasar udang baru. Kami akan melakukan Business Matching pada 20 November untuk menyasar Timur Tengah," kata Catur.
Catur menyampaikan performa ekspor udang ke negara tujuan utama eksisting masih mencatatkan pertumbuhan. Adapun pertumbuhan ekspor tertinggi terjadi pada pasar Uni Eropa atau sebesar 57,5% secara tahunan menjadi US$ 57 juta. Sementara itu, pertumbuhan nilai ekspor udang terendah ada pada Jepang atau hanya 8,1% secara tahunan menjadi US$ 230,86 juta.
Pasar Ekspor Udang AS Kembali Dibuka
Kepala Badan Mutu KKP Ishartini menargetkan pengiriman 200 unit kontainer udang ke Amerika Serikat pada bulan ini. Sebab, pintu pasar udang di Negeri Paman Sam telah dibuka dengan menyertakan sertifikat bebas zat radioaktif yang diterbitkan pemerintah.
Ishartini mengatakan sebanyak 130 unit kontainer udah yang akan dikirim ke Amerika Serikat sedang diperiksa oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional. Menurutnya, pemeriksaan tersebut akan rampung dan mulai dikirim dari Surabaya, Jawa Timur pada akhir pekan ini, Sabtu (8/11).
"Total volume udang yang diekspor dalam 130 unit kontainer tersebut sekitar 2.000 ton. Nilainya tinggal dikalikan dengan harga per kilogramnya sekitar Rp 80.000," kata Ishartini di kantornya, Kamis (6/11).
Ishartini menyampaikan pintu ekspor ke Amerika Serikat telah dibuka dengan syarat sertifikat bebas zat radioaktif sejak pekan lalu, Jumat (31/10). Alhasil, telah ada tujuh kontainer udang yang dikapalkan ke Negeri Paman Sam senilai US$ 1,22 juta selama sepekan terakhir.