PU: Infrastruktur Rusak Imbas Banjir Sumatera Milik Pemda, Tapi Kami Tangani
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengatakan infrastruktur terdampak banjir di DI Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan milik pemerintah pusat. Namun Diana menekankan pihaknya akan berkontribusi dalam perbaikan infrastruktur terdampak banjir tersebut.
Diana mengaku masih mengidentifikasi jumlah maupun tingkat kerusakan di setiap infrastruktur terdampak. Sebab, akses darat di tiga provinsi tersebut kini terhambat akibat longsor, banjir, maupun pohon tumbang.
"Kemarin saya ke Kota Kutacane, DI Aceh dan menemukan empat jembatan roboh karena terhantam kayu hasil banjir. Sebagian besar infrastruktur terdampak banjir dimiliki pemerintah daerah, namun Presiden Prabowo Subianto mengarahkan semua pihak menangani bencana ini bersama-sama," kata Diana di Gedung DPR, Selasa (2/12).
Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar mencatat DI Aceh memiliki jumlah jembatan rusak paling banyak atau hingga 22 unit. Sementara itu, mayoritas titik longsor di jalan nasional terjadi di Sumatra Utara atau hingga 113 titik.
Adapun, akses jalan nasional di Sumatra Barat terhalang akibat pohon tumbang di 23 titik. Roy menyampaikan semua balai milik kantornya telah menurunkan alat berat maupun personil untuk memperbaiki kerusakan akses darat di tiga provinsi tersebut.
Berikut rincian kerusakan akses darat di masing-masing provinsi:
DI Aceh
- Banjir: 27 titik
- Longsor: 59 titik
- Jembatan putus: 22 titik
Sumatra Utara
- Banjir: 20 titik
- Longsor: 113 titik
Sumatera Barat
- Banjir: 25 titik
- Longsor: 73 titik
- Pohon tumbang: 23 titik
- Jembatan putus: 5 titik
Roy mengaku belum mempertimbangkan sumber anggaran untuk kegiatan perbaikan bencana tersebut. Sebab, fokus utama perbaikan infrastruktur dampak bencana adalah kecepatan lantaran efisiensi anggaran.
Karena itu, Roy menyampaikan proses perbaikan infrastruktur terdampak bencana dilakukan oleh BUMN Karya. Hal tersebut penting agar koordinasi dan pengerjaan perbaikan bisa lebih cepat.
"Biasanya kami menangani bencana dulu, setelah itu ada petugas yang mengaudit biaya pengerjaan sebelum akhirnya dibayar oleh negara," katanya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan memperbaiki rumah warga, membangun jembatan yang rusak, dan memperkuat akses bantuan melalui udara bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungannya ke Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (1/12).
Prabowo mengatakan, jembatan-jembatan yang rusak sedang diperbaiki, dan rumah warga yang terdampak bencana akan dibantu. Ia juga menekankan bahwa meski beberapa kabupaten sulit dijangkau melalui darat, pemerintah sudah menyalurkan bantuan lewat udara menggunakan helikopter dan pesawat.
“Jembatan sedang kita bentuk semua, insyaAllah kita akan perbaiki semuanya, rumah-rumah yang rusak akan kita bantu. Jadi, di Sumut baru habis itu kondisi beberapa kabupaten masih sulit beberapa kabupaten belum bisa tembus dari darat tapi sudah bisa kita datangi dari udara dari helikopter, pesawat,” ujarnya seperti dilansir Badan Komunikasi Pemerintah.