Kementerian PU Targetkan Jalan Terdampak Longsor Sumatera Pulih Sebelum Natal

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/nz
Pengendara melintasi jalan darurat di kawasan Mega Mendung, Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). Jalan darurat tersebut dibangun oleh swadaya masyarakat akibat putusnya akses jalan nasional Padang - Bukittinggi karena banjir bandang, sementara hanya bisa dilewati pengendara motor dan pejalan kaki diluar jam kerja pekerjaan rehablitasi jalan.
4/12/2025, 16.07 WIB

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyampaikan bantuan logistik sudah bisa dikirimkan melalui jalur darat ke DI Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun konektivitas darat ditargetkan baru tersambung penuh sebelum musim liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Diana menyampaikan perbaikan pihaknya masih terus membersihkan jalan di daerah terdampak dari lumpur hasil bencana longsor. Menurutnya, proses pembersihan tersebut paling cepat baru rampung pekan depan.

"Namun pekerjaan pembersihan jalan akna dilakukan bertahap. Jalan dengan kerusakan ringan akan didahulukan agar masyarakat bisa beraktivitas kembali. Untuk proses pembersihan bisa selesai sebelum 20 Desember 2025," kata Diana di kantornya, Kamis (4/12).

Diana menyampaikan beberapa daerah terdampak bencana sudah bisa diakses, seperti Kabupaten Aceh Tamiang, DI Aceh dan Kota Sibolga, Sumatera Utara. Secara paralel, Diana mengaku pemerintah masih mengidentifikasi jumlah jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir dan longsor di tiga provinsi.

Sebelumnya, Diana mengatakan infrastruktur terdampak banjir di DI Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan milik pemerintah pusat. Namun Diana menekankan pihaknya akan berkontribusi dalam perbaikan infrastruktur terdampak banjir tersebut.

"Kemarin saya ke Kota Kutacane, DI Aceh dan menemukan empat jembatan roboh karena terhantam kayu hasil banjir. Sebagian besar infrastruktur terdampak banjir dimiliki pemerintah daerah, namun Presiden Prabowo Subianto mengarahkan semua pihak menangani bencana ini bersama-sama," kata Diana di Gedung DPR, Selasa (2/12).

Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar mencatat DI Aceh memiliki jumlah jembatan rusak paling banyak atau hingga 22 unit. Sementara itu, mayoritas titik longsor di jalan nasional terjadi di Sumatra Utara atau hingga 113 titik.

Adapun, akses jalan nasional di Sumatra Barat terhalang akibat pohon tumbang di 23 titik. Roy menyampaikan semua balai milik kantornya telah menurunkan alat berat maupun personil untuk memperbaiki kerusakan akses darat di tiga provinsi tersebut.

Berikut rincian kerusakan akses darat di masing-masing provinsi hingga 2 Desember 2025:

DI Aceh
- Banjir: 27 titik
- Longsor: 59 titik
- Jembatan putus: 22 titik

Sumatra Utara
- Banjir: 20 titik
- Longsor: 113 titik

Sumatera Barat
- Banjir: 25 titik
- Longsor: 73 titik
- Pohon tumbang: 23 titik
- Jembatan putus: 5 titik

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief