Perum Bulog akan Dapat Suntikan Dana Rp 39,1 Triliun dari Pemerintah
Pemerintah akan menyuntikkan dana senilai Rp 39,1 triliun dalam bentuk pinjaman lunak untuk Perum Bulog pada tahun ini. Dana segar itu akan digunakan untuk menambah cadangan pangan pemerintah dalam bentuk 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pinjaman tersebut akan disalurkan oleh operator investasi pemerintah atau OIP. Bunga kredit yang diterima Bulog hanya 2% per tahun.
"Pinjaman lunak ini akan membuat penugasan pengadaan 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung tidak terlalu membebani biaya operasional Bulog," kata Rizal di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (12/1).
Sebagai informasi, saat ini ada lima OIP yang berada di bawah Kementrian Keuangan, yakni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Pusat Investasi Pemerintah, Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional, Badan Pengelola Dana Perkebunan, dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat. Kelima OIP tersebut tidak memiliki tugas untuk memberikan pembiayaan kepada BUMN Pangan.
Implementasi Aturan Beras Satu Harga
Bulog juga berencana mempercepat perputaran beras di gudangnya melalui implementasi aturan beras satu harga. Sebab, kapasitas maksimum gudang Bulog hingga akhir 2025 hanya 4,9 juta ton.
Adapun beras yang ada di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton. Penugasan penyerapan beras lokal akan membuat Bulog mengelola 7,2 juta ton sepanjang tahun ini.
Rizal menjelaskan pihaknya dapat menjalankan aturan beras satu harga jika peningkatan margin menjadi 7% telah berlaku efektif. Saat ini, pemerintah hanya mengizinkan Bulog mendapatkan keuntungan senilai Rp 50 per kilogram atau sekitar 0,4% dari harga jual.
"Dengan tambahan dana pinjaman dan peningkatan margin 7%, perputaran beras di gudang akan meningkat karena beras kami cepat laku," katanya.
Di samping itu, Rizal menyampaikan pemerintah sedang menyiapkan aturan yang membolehkan Bulog menambah 100 unit gudang tahun ini. Infrastruktur tersebut didesain untuk dapat menampung tambahan stok Cadangan Pangan Pemerintah yang terdiri dari 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung.
Selain itu, Gudang milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan digunakan untuk menyerap hasil panen raya dan penguatan cadangan beras nasional. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut hingga Februari mendatang terdapat hampir 100 KDMP yang gudangnya akan digunakan untuk mendukung operasional Bulog.
“Kalau Kopdes yang jadi sekarang yang sebagian ada, sekitar hampir 100 ada. Gudangnya bisa dipakai,” ujar Ferry kepada Katadata.co.id, ditemui usai rapat koordinasi di Jakarta Pusat, Senin (12/1).
Gudang Kopdes tersebut sebelumnya telah dimanfaatkan sebagai mock up dan dinilai siap digunakan, termasuk untuk mendukung penyimpanan beras pada panen raya mendatang. “Yang kemarin jadi mock up itu, sudah bisa,” katanya.