Proyek Peternakan Ayam Rp 20 T Danantara Dimulai Besok, Pasokan Risiko Berlebih

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Seorang pekerja sedang megontrol ayam usia sehari (day old chick) di sebuah peternakan
27/1/2026, 15.30 WIB

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan melakukan groundbreaking tahap pertama proyek pabrik peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi, dengan nilai investasi mencapai Rp20 triliun pada Rabu besok (28/1). Asosiasi peternak mengingatkan agar kebijakan tersebut dirancang secara matang sehingga tidak berujung pada kelebihan pasokan yang justru merugikan peternak rakyat.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Indonesia (GOPAN), Sugeng Wahyudi, berharap proyek ini bisa memperkuat peternakan rakyat, bukan sebaliknya. Menurut dia, keberadaan pabrik pakan dan breeding atau pembiakan semestinya mampu menciptakan kontinuitas pasokan dengan harga yang wajar sehingga efisiensi usaha peternak kecil dapat terjaga.

“Dengan begitu akan muncul ekosistem baru di industri ayam yang lebih mengedepankan peran peternak kecil, dan pada saat yang sama kesejahteraan peternak meningkat,” katanya kepada Katadata.co.id, Selasa (27/1). 

Namun, kurangnya kecermatan dalam menghadirkan peran BUMN di industri perunggasan disebutnya bisa berdampak buruk. Misalnya, risiko yang akan muncul apabila penambahan pasokan tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan.

“Kalau suplai bertambah tapi demand tidak memadai, itu bisa jadi masalah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan mampu menyerap produk daging ayam dari peternakan rakyat,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, secara umum industri perunggasan nasional sebenarnya sudah mampu mencukupi kebutuhan daging ayam dalam kondisi normal. Penambahan produksi diperlukan seiring kebutuhan program MBG, namun harus direncanakan dengan matang agar tidak memicu kelebihan stok.

“Itulah gambaran perlunya investasi Rp20 triliun ini,” ujarnya.

Terkait penyebaran investasi, Sugeng menyebut fokus utama baiknya berada di luar Pulau Jawa. GOPAN berharap investasi tersebut benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus menambah jumlah peternak rakyat yang dalam satu dekade terakhir justru terus menurun.

“Sepuluh tahun terakhir peternak rakyat bukan bertambah, tapi berkurang. Posisi ini digantikan oleh pelaku besar yang menguasai industri dari hulu sampai hilir,” katanya.

Khawatir Lahirkan Deflasi

Sementara itu, Humas Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Ki Musbar Mesdi menilai grand design program hilirisasi terintegrasi belum diketahui secara rinci, PINSAR belum dapat memberikan banyak komentar. Namun, dampak kebijakan tersebut diperkirakan mulai terasa pada awal 2028.

“Rekomendasi impor GP broiler untuk kebutuhan 2026–2027 meningkat sekitar 60 persen, sedangkan GP layer hampir 35 persen. BUMN mana yang akan ditunjuk juga belum jelas,” katanya kepada Katadata.co.id, Selasa (27/1). 

Musbar mengingatkan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan deflasi harga telur dan daging ayam yang dapat membuat banyak pelaku usaha unggas gulung tikar.

“Kalau pembangunan industri terlalu berat di sektor hulu, seharusnya dianalisis dulu prioritasnya, membangun hulu atau hilir. Kalau berbasis analisa matang, barulah bisa disebut membangun ekosistem hilirisasi perunggasan,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan industri perunggasan perlu dilakukan secara bertahap dan terencana sebagai bagian dari strategi jangka menengah, dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Sebelumnya, pemerintah melalui Danantara juga berencana menggelontorkan investasi Rp 20 triliun untuk memperkuat sektor peternakan unggas nasional di 13 provinsi. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan proyek peternakan ayam akan dimulai dengan pembangunan pabrik peternakan pakan dan produksi DOC, dengan groundbreaking alias peletakan batu pertama pada Rabu (28/1) mendatang. 

Dana invetasi ini sejalan dengan proyek hilirisasi integrated poultry industry atau industri unggas terintegrasi yang akan dibangun di lima lokasi. CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, proyek industri unggas masuk dalam enam proyek hilirisisasi yang akan mulai dibangun pemerintah pada Februari 2026.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina, Nuzulia Nur Rahmah