Indonesia Mulai Ekspor Beras ke Arab Saudi pada Awal Ramadan

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Pekerja menyusun tumpukan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Gudang Bulog Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (9/2/2026). Badan Pangan Nasional resmi memperpanjang program penyaluran beras SPHP hingga akhir Februari 2026 untuk menstabilkan harga jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri dan meredam potensi gejolak harga di tingkat konsumen di tengah kuatnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
11/2/2026, 17.26 WIB

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengupayakan ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi akan dilakukan awal Ramadan. Beras ekspor tersebut akan memenuhi kebutuhan jamaah calon haji Indonesia.

“Beras Nusantara diupayakan minggu awal Ramadhan sudah mulai kami kirim dengan harapan sebelum musim haji sudah sampai,” ujar Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan total kebutuhan beras untuk 205.420 orang (jamaah reguler dan petugas) mencapai 2.280 ton. Jumlah ini dihitung berdasarkan frekuensi makan jamaah yang mencapai 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan enam kali di wilayah Armuzna.

Selama ini, kata dia, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras komoditas negara lain dengan harga pasar sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp16.824 per kg.

 Melalui program ini, kata dia, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara dapat menyentuh Rp16.000 per kg saat tiba di dapur penyedia layanan. Langkah ini juga menjadi upaya efisiensi dan standardisasi menu jamaah.

Dalam komposisi menu yang diberikan, kata dia, jamaah akan mendapatkan porsi nasi seberat 170 gram setiap kali makan, didampingi lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan pelengkap lainnya.

Diekspor Bulog

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy memastikan proses ekspor beras untuk kebutuhan haji ke Arab Saudi dapat berjalan lancar sesuai rencana guna mendukung pelayanan kepada jamaah Indonesia. 

"Kaitan dengan ekspor beras haji nanti, setelah ada risalah dari rapat pada hari ini, maka Badan Pangan Nasional akan menyiapkan surat penugasan kepada Bulog untuk melakukan ekspor beras haji tersebut," kata Sarwo.

Sementara itu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan ekspor dari stok CBP Perum Bulog yang melimpah harus pula dapat memenuhi konsumsi rakyat Indonesia yang sedang berhaji. Preferensi konsumsi beras pun lebih cocok dengan beras asal negeri sendiri.

"Hari ini kita menyepakati berasnya dari kita. Jadi jamaah haji besok 200 ribu lebih orang, berasnya harus dari kita," kata Menko Zulkifli Hasan.

"Kita dukung prosesnya. Jamaah lebih suka beras kita, kan pulen. Jadi kita tadi semua mendukung penuh dan memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi," ucapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.