Indonesia Mulai Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi Pekan Ini
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan Indonesia akan perdana ekspor beras Arab Saudi mulai pekan ini atau Sabtu (28/2).
“Untuk perdana ini kira-kira 2.280 ton beras, nanti lanjut akan (ekspor) ke Malaysia dan lainnya,” kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Senin (23/2).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, ekspor ini dilakukan dalam dua gelombang. Pengiriman pertama pada 28 Februari kemudian yang kedua pada 4 Maret dengan volume total ekspor 2.280 ton senilai Rp 150 miliar.
Dia menyebut Bulog berperan untuk bertanggung jawab atas pengiriman beras dari Tanjung Priok ke pelabuhan Jeddah. Alur beras sampai ke dapur-dapur akan diurus oleh dua importir Arab Saudi.
Ekspor beras dua gelombang ini memang diperuntukkan bagi jemaah haji dan petugas yang ada di sana. “Estimasi perjalanan dari Priok ke Jeddah paling cepat satu bulan satu minggu, paling lambat 1,5 bulan berdasarkan koordinasi kami kepada pihak yang mengirim beras kesana,” ujar Ahmad, dalam kesempatan yang sama.
Ahmad mengatakan spesifikasi komoditas yang diekspor kesana merupakan beras premium dengan kualitas pecahan 5% dan kadar airnya di bawah 14%. Sementara ini pihak yang bisa mengolah gabah menjadi beras dengan spesifikasi tersebut adalah pabrik milik Wilmar.
“Kami sudah pinjam pakai pabrik tersebut dan diizinkan oleh Kabareskrim untuk mendukung kebutuhan jemaah haji,” katanya.
Menurut Ahmad, momentum ekspor ini penting sebab menyangkut harga diri bangsa yang menyediakan beras dari pasokan domestik. Selama ini jemaah Indonesia di Arab Saudi mengonsumsi beras asal Vietnam dan Thailand.
“Oleh sebab itu, di 2026 ini Indonesia sudah swasembada pangan dan akan menjadi lumbung pangan dunia. Kami buktikan sudah bisa ekspor ke Arab Saudi,” ucapnya.
Total Kebutuhan Beras Jemaah Haji 2.280 Ton
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya mengatakan, total kebutuhan beras untuk 205.420 orang (jemaah reguler dan petugas) mencapai 2.280 ton. Jumlah ini dihitung berdasarkan frekuensi makan jemaah yang mencapai 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan enam kali di wilayah Armuzna.
Selama ini, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras komoditas negara lain dengan harga pasar sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp 16.824 per kg.
Melalui program ini, kata dia, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara dapat menyentuh Rp 16.000 per kg saat tiba di dapur penyedia layanan. Langkah ini juga menjadi upaya efisiensi dan standardisasi menu jamaah.
Dalam komposisi menu yang diberikan, jemaah akan mendapatkan porsi nasi seberat 170 gram setiap kali makan, didampingi lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan pelengkap lainnya.