Mensesneg akan Cek Rencana Impor 105 Ribu Pick Up untuk Kopdes Merah Putih
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih memeriksa detail rencana impor 105 ribu unit mobil pick up (pikap) oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Prasetyo mengatakan pihak Istana dalam tahap verifikasi terkait jumlah kendaraan yang akan diimpor oleh Agrinas. "Dicek dulu ya, angka-angkanya," kata Prasetyo Hadi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Senin (23/2).
Dua perusahaan India, PT Tata Motors dan Mahindra Ltd, mengumumkan akan memasok kendaraan pikap untuk Agrinas Pangan Nusantara. Tata Motors akan memasok masing-masing 35 ribu unit pikap Yodha dan 35 ribu truk T.7 ke anak perusahaannya PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Selain itu, 35 ribu unit pasokan pikap lainnya diimpor dari perusahaan Mahindra & Mahindra Ltd.
Chief Executive Officer Automotive Division Mahindra & Mahindra Ltd., Nalinikanth Gollagunta, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung penguatan ekosistem koperasi di Indonesia.
“Dengan menghadirkan Scorpio Pick Up sebagai bagian dari sistem koperasi, kami memperkuat tulang punggung logistik yang menghubungkan petani dengan pasar secara lebih efisien,” ujarnya dalam pernyataan di laman resmi Mahindra, dikutip Kamis (19/2).
Gaikindo Sebut Anggotanya Mampu Penuhi Kebutuhan Domestik
Rencana itu memancing tanggapan dari asosiasi pengusaha otomotif nasional. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, menyatakan perusahaan bermotor Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Ia mengatakan anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, di antaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. “Namun, memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” kata Putu Juli dalam keterangannya, Jumat (20/2).
Bila diberi kesempatan dan waktu yang memadai, anggota GAIKINDO dan Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) diharapkan bisa ikut berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial itu. “Serta menghindari terjadinya pengurangan tenaga kerja yang saat ini berpotensi cukup tinggi karena penurunan permintaan pasar dalam negeri selama beberapa tahun belakangan,” ujar Putu.
Ia mencatat Gaikindo saat ini beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat atau pun lebih.