Pemerintah AS Berikan Dana Hibah Smart City IKN Rp 41,78 Miliar

ANTARA FOTO/M Risyal Hiday
Foto udara Masjid Negara yang berdampingan dengan Basilika (Gereja Katolik) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (18/2/2026). Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyatakan pembangunan IKN pada 2026 dipastikan akan menggunakan anggaran Rp6 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Penulis: Mela Syaharani
27/2/2026, 11.22 WIB

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan dana hibah US$ 2,49 juta atau Rp 41,78 untuk asistensi teknis solusi smart city Ibu Kota Nusantara (IKN). Hibah ini didapatkan melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA), lembaga independen Pemerintah AS.

Otorita IKN mengatakan dana tersebut bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi. Pemberian hibah ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja antara OIKN dengan Pemerintah AS pada Rabu (25/2).

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut transformasi digital merupakan pondasi utama dalam pembangunan Nusantara. “Visi kami jelas: Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,” ujar Basuki dalam siaran pers, dikutip Jumat (27/2).

Asistensi teknis ini akan menghasilkan dokumen strategis dan teknis, diantaranya:

  • Smart City Enterprise Architecture, 
  • Procurement-Ready RFP Packages, 
  • Financial and Investment Model, 
  • ESG Compliant Framework (PESIA), 
  • Capacity Building Roadmap,
  • Implementation Phasing Plan. 

OIKN menyebut seluruh komponen ini dirancang untuk memastikan implementasi Smart City IKN berjalan terstruktur, transparan, serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Proyek ini melibatkan konsorsium yang terdiri atas Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis, bersama Frost & Sullivan (USA & Indonesia), ASECH Indonesia (Center of Excellence on Smart City), Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia (Partner Google Cloud Platform).

Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das mengatakan IKN memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas. Nusantara dinilai dapat berevolusi menjadi Cognitive City. 

“Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani