Indonesia Mulai Ekspor Beras ke Saudi, Harga Subsidi Pemerintah Rp 16.000 per kg

ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/nym.
Indonesia mulai ekspor beras ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji dan umrah, pada Rabu (4/3).
Penulis: Mela Syaharani
4/3/2026, 14.37 WIB

Indonesia mulai ekspor beras ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji dan umrah, pada Rabu (4/3). Total volume yang diekspor mencapai 2.280 ton berupa beras premium merek Befood Nusantara.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, beras dengan kadar pecahan 5% ini memiliki nilai ekspor Rp 38 miliar. Angka tersebut hanya untuk harga beras, di luar untuk biaya pemberangkatan dan lainnya.

Dia menyebut harga jual yang dipatok untuk beras ini sebesar Rp 16.000 per kilogram (kg). “Karena ini untuk jemaah haji kita, jadi ini subsidi pemerintah. (Kalau tidak subsidi) harganya seperti beras premium biasa,” kata Rizal dalam acara Ceremonial Ekspor Beras Befood Nusantara untuk Kebutuhan Jemaah Haji Indonesia, Rabu (4/3).

Ahmad mengatakan subsidi ekspor perdana ini bertujuan sebagai alat promosi. Dia ingin Bulog bisa berjualan dengan kualitas baik serta harga murah, agar bisa menarik orang untuk mengonsumsi beras Indonesia.

Terdapat dua pihak importir asal Arab Saudi yang akan memasarkan produk ini. Bulog berharap kedepannya ekspor ini terlaksana secara berkelanjutan. Dengan jumlah 2 juta jemaah umrah setiap tahun, merupakan peluang besar bagi Bulog.

“Namun, untuk ke depan konsepnya komersial tidak seperti sekarang (subsidi),” ucapnya.

Ekspor beras untuk haji ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi terbatas dan permintaan Kementerian Haji. Sebab, perkiraan jumlah jemaah haji tahun ini mencapai 215 ribu orang.

Beras yang Diekspor dari Jawa Barat dan Jawa Tengah

Ahmad menyampaikan beras ekspor ini berasal dari padi yang baru dipanen di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, bukan dari gudang.  Beras ini diolah di empat lokasi berbeda. Mulai dari dua lokasi pabrik Wilmar yakni PT Padi Indonesia Maju yang ada di Serang dan Mojokerto, Pabrik Bulog (SPP) Karawang, dan SPP Subang.

“Beras yang kami panen di sawah, kemudian diolah dan dikeringkan sehingga menjadi beras premium,” ujarnya.

Menurut Ahmad, beras ekspor ini merupakan produk terbaik Bulog. Biasanya, BUMN ini mengolah beras premium dengan kadar pecahan 15%.

Beras ekspor perdana ini rencananya akan berangkat dari Indonesia pada Sabtu, (7/3). Sembari menunggu armada kapal pengangkut siap.

Ekspor perdana ini menggunakan tiga pengapalan, yakni dari Hyundai, One High, dan satu lagi dari lokal.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani