Sektor Ekonomi Kreatif Serap 27 Juta Pekerja, Generasi Muda Mendominasi
Sektor ekonomi kreatif diperkirakan menyerap 27,4 juta pekerja pada 2025. Capaian ini lebih tinggi dari target RPJMN sebanyak 25,25 juta orang.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan peran strategis dalam membuka lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat kelas menengah. Ia mengungkapkan capaian tenaga kerja sektor ini melampaui target pemerintah.
“Ditargetkan 25,5 juta orang, dan ini sudah tercapai pada bulan Agustus, bahkan mencapai 107% dari target,” ujar Teuku Riefky, saat berkunjung ke kantor Katadata, Jumat (27/3).
Berdasarkan data sementara Indikator Kinerja Utama (IKU) 2025, jumlah tenaga kerja ekraf telah mencapai 27,4 juta orang, melampaui target RPJMN sebesar 25,55 juta orang.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa sektor ekraf didominasi oleh tenaga kerja usia muda. Sekitar 50% pekerja berada di bawah usia 40 tahun. Hal ini sejalan dengan temuan dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperlihatkan bahwa mayoritas pekerja ekraf berasal dari generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial.
Dari sisi tren, jumlah tenaga kerja ekraf terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020 tercatat sekitar 19,39 juta orang, meningkat menjadi 21,90 juta pada 2021, lalu 23,98 juta pada 2022, 24,92 juta pada 2023, dan 26,47 juta pada 2024, hingga mencapai 27,40 juta pada 2025.
Selain menyerap tenaga kerja, sektor ekraf juga menunjukkan kinerja pertumbuhan ekonomi yang kuat. Teuku Riefky mengungkapkan saat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2024 berada di angka 5,03%, sektor ekraf justru tumbuh lebih tinggi, yakni mencapai 6,5%.
“Artinya, jangan-jangan kontribusi besar terhadap pertumbuhan itu datang dari sektor ekraf,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini terus memperbaiki metode penghitungan sektor ekraf dengan berkoordinasi bersama BPS, termasuk melalui penyesuaian klasifikasi baku lapangan usaha (KBI) yang lebih akurat untuk mencerminkan kontribusi riil sektor ini.
Di sisi lain, data juga menunjukkan bahwa sektor ekraf berperan dalam mengurangi pengangguran, khususnya di usia produktif. Dari total 7,47 juta pengangguran nasional, sekitar 82,6% berasal dari kelompok usia 15–39 tahun—segmen yang menjadi fokus utama pengembangan ekraf.
Pemerintah menargetkan jumlah tenaga kerja ekraf mencapai 26,06 juta orang pada 2026.