Nilai Tukar Petani Turun pada Maret Meski Harga Pangan Naik, Apa Faktornya?

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wpa.
ilustrasi
Editor: Agustiyanti
1/4/2026, 13.55 WIB

Badan Pusat Statistik mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2026 tercatat sebesar 125,35 atau turun tipis sebesar 0,08% dibandingkan Februari 2026.

“Nilai tukar petani atau biasa kita sebut dengan NTP pada bulan Maret tahun 2026 tercatat sebesar 125,35 turun, turun tipis ya NTP-nya yaitu 0,08% jika dibandingkan pada kondisi Februari tahun 2026,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (1/4).

Dia menjelaskan, penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani hanya naik 0,33%, lebih rendah dibandingkan indeks harga yang dibayar petani yang meningkat sebesar 0,41%.

Secara nasional, kenaikan indeks harga yang diterima petani terutama didorong oleh sejumlah komoditas, seperti kelapa sawit, karet, ayam ras pedaging, serta kol dan kubis. Namun demikian, tidak semua subsektor mengalami perbaikan.

Subsektor hortikultura tercatat sebagai penyumbang penurunan terdalam NTP, yakni sebesar 0,67%. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,11%, sementara indeks harga yang dibayar justru naik 0,56%. Komoditas utama yang memicu penurunan tersebut antara lain bawang merah, cabai merah, dan wortel.

Di sisi lain, nilai tukar nelayan (NTN) justru menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan sebesar 0,65%. Peningkatan ini dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang diterima nelayan sebesar 0,95%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar sebesar 0,30%. Komoditas seperti udang laut, teri, kembung, cakalang, dan tongkol menjadi pendorong utama.

Selain itu, BPS juga mencatat kenaikan harga beras di berbagai tingkat perdagangan. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga beras pada Maret 2026 naik 0,54% secara bulanan dan meningkat 5,66% secara tahunan.

Berdasarkan kualitas, beras premium mengalami kenaikan sebesar 1,8% secara bulanan dan melonjak 9,57% secara tahunan. Sementara itu, beras medium naik 0,61% secara bulanan dan 4,40% secara tahunan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah