Mentan sebut Indonesia Swasembada Gula Konsumsi Paling Lambat 2027

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/YU
Buruh tani menyiapkan bibit saat proses peremajaan tanaman tebu di lahan pertanian Desa Tugurejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (24/10/2025).
Penulis: Mela Syaharani
8/4/2026, 14.15 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan Indonesia akan mencapai swasembada untuk gula konsumsi atau gula putih paling lambat tahun depan atau 2027.

Jumlah produksi gula putih Indonesia pada 2025 mencapai 2,6 juta-2,7 juta ton, sementara jumlah konsumsi gula masyarakat sebanyak 2,8 juta-2,9 juta ton. Amran menyebut selisih antara produksi dan kebutuhan gula hanya tersisa 100-200 ribu ton saja.

“Kalau saya sih berharap mudah-mudahan (swasembada) tahun ini, tapi yang jelas paling lambat tahun depan,” kata Amran saat ditanya di kompleks DPR RI, Rabu (8/4).

Selain gula putih, Indonesia juga memproduksi gula industri sebanyak 3,9 juta ton pada tahun lalu. Meski begitu, secara keseluruhan kebutuhan gula di Indonesia secara umum masih kekurangan 4,03 juta dari total 6,7 juta ton.

Pembongkaran Ratoon

Mentan Amran mengatakan untuk memenuhi kebutuhan ini Indonesia perlu meningkatkan produksi gula. Namun sektor gula saat ini menghadapi masalah, kondisi 70-80% tebu di lapangan saat ini sudah pernah dipanen (ratoon) tujuh atau sepuluh kali sehingga sudah tidak layak.

Menurutnya, perlu dilakukan pembongkaran ratoon agar produktivitas gula bisa tinggi. Tahun lalu pemerintah telah menganggarkan Rp 1,7 triliun untuk pembongkaran ratoon sebanyak 100 ribu hektare.

Amran menyebut pembongkaran ratoon ini ditargetkan mencapai 300 ribu hektare yang akan selesai dalam tiga tahun. Pada 2026, pemerintah akan membongkar 100 ribu hektare lahan juga.

“Kalau (pembongkaran ini) konsisten, maka swasembada gula putih bisa 2027. Selanjutnya kita lanjutkan untuk swasembada gula industri,” ujarnya.

Pembongkaran ini akan dilakukan diseluruh wilayah tebu di Indonesia, utamanya di Jawa Timur, Pulau Sulawesi, dan Sumatra Utara.

Amran menyebut setelah pemerintah menuntaskan masalah gula, komoditas yang selanjutkan ditargetkan untuk dibenahi adalah jagung untuk pakan ternak.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani