Wagub Jatim Sebut Nganjuk Kini Naik Kelas Jadi Basis Industri Baru
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut Kabupaten Nganjuk kini mulai “naik kelas” sebagai salah satu basis industri baru di Jatim. Ia menilai transformasi ini menandai pergeseran peran Nganjuk yang sebelumnya tidak dikenal sebagai daerah industri.
Emil mengatakan, beberapa dekade lalu Nganjuk belum dilirik sebagai kawasan pengembangan industri. Namun kini, daerah tersebut justru menjadi salah satu lokasi yang diminati investor untuk mengembangkan usaha, terutama di sektor manufaktur dan padat karya.
“Dulu mungkin tidak banyak yang menganggap Nganjuk sebagai basis industri. Tapi hari ini, Nganjuk sudah menjadi salah satu yang paling diminati untuk pengembangan industri,” kata Emil dalam acara yang digelar Kemenkeu di Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/5).
Menurut dia, perubahan ini tidak lepas dari perbaikan infrastruktur, terutama kehadiran Tol Trans-Jawa yang meningkatkan konektivitas wilayah. Ia nenilai, akses yang semakin mudah membuat Nganjuk memiliki daya tarik baru dari sisi logistik maupun efisiensi biaya.
Selain itu, faktor upah tenaga kerja yang relatif kompetitif turut menjadi keunggulan. Kondisi ini dinilai cocok untuk pengembangan industri padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja.
Emil menegaskan, pengembangan industri di Nganjuk bukan sekadar relokasi dari daerah lain di Jawa Timur, melainkan bagian dari strategi agar investasi tetap berada di Indonesia di tengah persaingan global.
“Kalau tidak ada kawasan seperti Nganjuk, industri bisa saja pindah ke luar negeri seperti Vietnam atau Asia Selatan. Ini yang harus kita jaga,” katanya.
Emil memastikan pemerintah daerah berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif. Salah satunya melalui kepastian tata ruang, perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, serta penegakan terhadap praktik pungutan liar yang berpotensi mengganggu investasi.
Di sisi lain, ia menuturkan, kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga diperkuat melalui pendidikan vokasi dan pelatihan kerja agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro mengatakan, pemerintah daerah membuka diri bagi investor yang ingin menanamkan modal. Ia menuturkan, sepanjang 2025, nilai investasi yang masuk ke Nganjuk tercatat mencapai Rp 1,6 triliun.