Amran Sebut India Berminat Impor 500 Ribu Ton Pupuk Urea dari Indonesia
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan India telah meminta pasokan impor pupuk urea asal Indonesia sebanyak 500 ribu ton. Amran menyebut permintaan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar India kepada dirinya.
Sejumlah negara memang sudah mengajukan impor pupuk dari Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
“Yang jelas, dubes India langsung telpon saya, minta impor 500.000 ton,” kata Amran dalam Sidak bersama Perum Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4).
Selain India, Indonesia juga menjalin komunikasi perihal pupuk dengan Brasil dan Filipina. Kendati demikian pembahasan ini masih dalam tahap kalkulasi. Adapun dengan Malaysia pembicaraan ekspor pupuk masih dalam tahap negosiasi.
Meski begitu, Indonesia telah melakukan ekspor pupuk urea ke Australia sebesar 250 ribu ton.
“Pupuk sudah kami ekspor ke Australia kemarin dan Perdana Menteri Australia menelpon Bapak Presiden,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total produksi urea nasional tercatat sebesar 7,8 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri berada di angka sekitar 6,3 juta ton.
Dengan selisih produksi dan kebutuhan tersebut pemerintah menilai ekspor masih dapat dilakukan tanpa mengganggu ketersediaan pupuk di dalam negeri.
Amran menyebut Indonesia saat ini sanggup untuk mengekspor pupuk ke negara yang membutuhkan. “Jangankan 200 ribu ton, kalau 500 ribu ton pun bisa diekspor,” ucapnya.
Ekspor Australia
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya mengatakan Presiden Prabowo dan PM Albanese membahas disetujuinya ekspor pupuk urea buatan RI ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap awal dalam perbincangan mereka, Selasa (21/4).
Ia menyebut keputusan Indonesia menyetujui ekspor pupuk mendapat apresiasi dari PM Australia, yang disampaikannya dalam panggilan telepon tersebut.
Selain Australia, pemerintah Indonesia juga merencanakan ekspor pupuk urea ke sejumlah negara lain seperti India, Filipina, Thailand dan Brasil, kata dia.
Total komitmen ekspor pupuk urea yang mencapai kurang lebih satu juta ton tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar global bagi produk pupuk nasional, ucap Setkab.
"Langkah ini diharapkan tetap menjaga ketahanan pasokan domestik sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia di pasar global," kata Teddy, dikutip dari Antaranews, Kamis (23/4).
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan apresiasinya kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang membantu memastikan keterjaminan pasokan pupuk urea bagi Australia di tengah dampak konflik geopolitik global.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang membantu mengamankan pupuk tambahan bagi Australia,” kata Albanese dalam pernyataannya, Rabu.
Albanese mengatakan Australia dan Indonesia senantiasa bekerja sama demi menjamin keberlanjutan pasokan komoditas yang penting bagi kedua negara.
Di samping soal suplai komoditas, PM Australia berkata dirinya juga membahas upaya meningkatkan ketahanan rantai pasok energi untuk kedua negara dengan Presiden Prabowo.
“Hubungan yang kuat di kawasan kita jadi semakin penting daripada sebelumnya, dan kedua negara kita adalah sahabat yang paling dekat untuk satu sama lain,” ujar Albanese.