Harga Jagung Naik, Bulog Lepas 240 Ribu Ton Stok SPHP ke Sentra Peternakan

ANTARA FOTO/Basri Marzuki/rwa.
Petani mengumpulkan jagung pipilan usai dijemur di Desa Rarampadende, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (2/2/2026).
Penulis: Kamila Meilina
11/5/2026, 15.44 WIB

Pemerintah mulai menggulirkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan dengan total alokasi mencapai 240 ribu ton untuk menekan lonjakan harga jagung yang membebani peternak unggas di berbagai daerah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan program SPHP jagung mulai dijalankan secara nasional sejak Sabtu (9/5/2026), terutama untuk wilayah sentra peternakan ayam dan peternakan rakyat lainnya.

“Untuk SPHP Jagung, sejak Sabtu (9/5) lalu kami sudah meluncurkan ke seluruh tanah air, khususnya di sentra-sentra peternakan ayam maupun peternakan yang lain untuk mengurangi kenaikan harga jagung yang terlalu tinggi,” ujar Rizal di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (11/5).

Ia menyebut serapan jagung Bulog saat ini telah mendekati 300 ribu ton atau menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

“Serapan jagung sekarang sudah hampir 300 ribu ton. Ini juga pencapaian yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia Merdeka,” katanya.

Menurut Rizal, stok jagung Bulog tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 102 ribu ton.

“Stok Bulog sampai 300 ribu ton jagung itu sudah capaian yang tertinggi. Dan tahun lalu hanya mencapai 102 ribu ton,” ujarnya.

Bulog memastikan jagung SPHP dijual dengan harga Rp 5.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.

“240.000 ton untuk SPHP Jagung sudah. Harganya Rp 5.500 per kilonya,” kata Rizal.

Program SPHP jagung mulai berjalan perdana di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang menjadi salah satu sentra peternakan unggas nasional. Program ini diharapkan dapat membantu menurunkan biaya produksi peternak yang selama ini membeli jagung pakan di kisaran Rp6.600 per kilogram.

Direktur SPHP Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono mengatakan stok jagung SPHP yang disiapkan Bulog memiliki kualitas lebih baik dengan kadar air 12% - 14% dan dijual lebih murah kepada peternak.

Penyaluran perdana di Magetan diawali dengan purchase order (PO) sebanyak 250 ton dari dua koperasi peternak yang telah terdaftar dalam platform Klik SPHP Jagung milik Bulog.

Adapun total alokasi SPHP jagung untuk Magetan mencapai 7.900 ton dan dapat diakses peternak hingga akhir 2026.

Harga Jagung SPHP Tak Boleh Lebih dari Rp 5.500 per kg

Maino menegaskan harga jagung SPHP di tingkat peternak tidak boleh melebihi Rp 5.500 per kilogram agar mampu mengurangi tekanan biaya produksi di tengah turunnya harga telur ayam ras.

“Harapannya ini bisa sedikit mengurangi beban peternak karena saat ini harga telur turun, sementara biaya pakan masih cukup tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/5).

Bapanas mencatat harga telur ayam ras di tingkat peternak Magetan saat ini hanya berkisar Rp 19.000 hingga Rp 21.000 per kilogram atau berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram.

Kondisi tersebut juga tercermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat telur ayam ras mengalami deflasi bulanan sebesar 4,29% pada April 2026.

Untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak, pemerintah juga mendorong peningkatan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menyiapkan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) guna mendistribusikan surplus telur ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina