Prabowo Sebut Filipina hingga Brasil Minta Impor Pupuk Urea Indonesia

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/nym.
Pekerja menata pupuk urea seusai sosialisasi tata kelola pupuk dan penggunaan pupuk organik di gudang pupuk Desa Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (14/10/2025).
Penulis: Mela Syaharani
Editor: Ahmad Islamy
16/5/2026, 12.31 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengatakan sejumlah negara telah mengajukan permintaan impor pasokan pupuk urea dari Indonesia. Laporan permintaan itu didapatkannya dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

“Kita tidak euforia, tidak sombong. Kita sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan. Australia minta tolong, Filipina, India, Bangladesh, dan Brasil juga minta ke kita. Saya perintahkan bantu semua,” kata Prabowo dalam peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, dipantau daring melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5).

Prabowo menyebut saat ini Indonesia telah memasok 500 ribu ton pupuk urea ke Australia. Menurut Prabowo permintaan pupuk dari negara lain muncul akibat kondisi Perang Timur Tengah. Konflik yang sudah dimulai sejak akhir Februari lalu telah menutup akses Selat Hormuz yang menjadi jalur pengiriman 20% komoditas energi dunia.

Penutupan akses selat itu menyebabkan kesulitan bagi banyak negara di dunia. “Berarti pupuk terpengaruh karena berasal dari minyak dan gas. Pupuk dari urea sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Tak hanya pupuk, kepala negara juga mengatakan beras produksi Indonesia juga mulai diminati negara lain. Dia menyebut saat ini banyak negara yang ingin membeli beras Indonesia.

“Bayangkan kalau kita tidak swasembada, kalau kita tidak buru-buru beresin masalah pertanian,” ucapnya.

Stok Pupuk Domestik Aman

PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketahanan pasokan bahan baku pupuk nasional tetap terjaga di tengah tingginya permintaan ekspor dan dinamika pasokan global. Salah satu strategi adalah dengan memperkuat buffer bahan baku melalui kapasitas produksi domestik, termasuk dari Petrokimia Gresik dan negara alternatif.  

Direktur Utama Pupuk Indonesia. Rahmad Pribadi mengatakan, kondisi stok pupuk nasional saat ini berada pada level aman dan mencukupi kebutuhan petani. Hingga 23 April 2026, stok pupuk tercatat sekitar 1,19 juta ton.  

Angka itu diperkuat dengan produksi harian yang stabil, yakni sekitar 25 ribu ton per hari untuk urea dan 15 ribu ton per hari untuk NPK. “Dari sisi ketersediaan, stok pupuk nasional berada pada level yang aman dan mencukupi untuk kebutuhan petani,” ujar Rahmad kepada Katadata.co.id, Selasa (28/4).  

Ia menjelaskan, sepanjang 2026 produksi urea nasional ditargetkan mencapai sekitar 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus produksi yang memberi ruang bagi Indonesia untuk merespons permintaan global.

Meski demikian, Rahmad menegaskan tingginya permintaan ekspor tidak akan mempengaruhi ketersediaan pupuk di dalam negeri. Sesuai arahan pemerintah, ekspor dilakukan secara selektif dan terukur setelah kebutuhan domestik terpenuhi. “Pasokan pupuk untuk petani tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani