Danantara Kelola Lahan Hibah Meikarta untuk Bangun Rusun Subsidi

ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah direksi Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran direksi Himbara, yaitu Bank Mandiri, BNI, BSI, BTN, dan BRI untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan serta menekankan kepada jajaran direksi Himbara untuk meningkatkan kebermanfaatan mereka untuk usaha ra
29/6/2026, 18.37 WIB

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan terlibat dalam pengelolaan lahan hibah Meikarta yang diberikan PT Lippo Cikarang kepada negara untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi. Lahan itu nantinya akan dimanfaatkan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pihaknya siap menjalankan amanah pengelolaan lahan tersebut sesuai aturan yang berlaku. Namun, skema pengelolaan dan pembiayaan masih dalam tahap perhitungan.

“Kita ada nanti Danantara housing yang akan membangun dan juga tentunya pembiayaannya dengan pihak perbankan,” ujar Rosan ditemui usai acara Penandatangan Komitmen Hibah Lippo Cikarang Tbk, di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (29/6). 

Pemerintah dan pihak terkait masih menghitung skema investasi agar pembangunan rusun dapat menghasilkan hunian yang layak sekaligus terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Tapi nanti yang penting perumahannya aman, nyaman, dan memang benar-benar perumahan yang sangat layak untuk dihuni dan tentunya nantinya dikembangkan,” katanya.

Rosan menilai hibah lahan dari Lippo Group bukan hanya sekadar pemberian tanah, tetapi memiliki dampak besar terhadap penyediaan hunian bagi masyarakat.

Lahan hibah seluas sekitar 30 hektare itu diproyeksikan dapat dibangun menjadi sekitar 126 ribu hingga 141 ribu unit hunian rusun.

“Diperkirakan dari tanah 30 hektare ini akan dibangun kurang lebih 100, 126, 141 ribu unit. Itu keluarga. Kalau kita kali dengan anak, kita kali dengan istrinya, paling tidak tiga sampai empat kali, ini bisa 500 ribu atau 600 ribu,” katanya.

Danantara akan menjalankan pengelolaan proyek tersebut dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait.

Ia berharap pembangunan rusun tersebut dapat berjalan sesuai target sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

“Koordinasi dari semua kementerian, lembaga ini menjadi sangat penting agar kita bisa mewujudkan ini sesuai dengan apa yang sudah kita canangkan,” pungkasnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina