Amman Mineral Sebut Smelternya sudah Beroperasi Penuh Sejak Juni 2026
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mengatakan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) mereka sudah mulai beroperasi penuh pada Juni 2026. Presiden Direktur AMNT Rachmat Makassau mengatakan perusahaan telah memperbaiki smelter itu pada akhir 2025.
“Sekitar April 2026 (smelter) mulai beroperasi, proses ramping up (pemanasan) berjalan baik sehingga akhir Juni 2026 kami sudah bisa memproses seluruh produksi tambang,” kata Rachmat dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII, Selasa (14/7).
Smelter dengan total kapasitas pengolahan 900 ribu ton bijih ini masih berada di kawasan tambang Batu Hijau yang ada di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Fasilitas ini memakai teknologi Double Flash Technology, hampir mirip dengan teknologi yang dipakai di PT Freeport.
Rachmat menyebut dari total kapasitas tersebut, smelter ini bisa menghasilkan 220 ribu katoda tembaga, 18 ton emas, 55 ton perak, dan 77 ton selenium.
“Dalam prosesnya juga akan menghasilkan produk samping yakni asam sulfat yang diperkirakan sekitar 830.000 ton per tahun,” ujarnya.
Dua Kali Bocor saat Commissioning
Sebelum dapat beroperasi penuh, smelter ini mengalami dua kali hambatan saat fase commissioning. Pertama, terjadi kebocoran acid cooler yang terjadi sepanjang Februari hingga Agustus 2025. Kedua, gangguan kebocoran tungku flash converting furnace pada April 2025.
Acid cooler ini bertugas untuk mendinginkan asam panas yang sangat tinggi dan menjaga sirkulasi. Kebocoran terjadi karena terjadi crack pada sambungan skala besar.
“(Kebocoran) Itu terjadi di awal 2025 sehingga menghambat produksi dan membutuhkan perbaikan yang sangat panjang pada saat itu,” ucapnya.
Meski sudah beroperasi penuh, dia menyebut masih ada beberapa pekerjaan perbaikan yang tertunda hingga tahun depan. Salah satunya melakukan penghentian menyeluruh atau shutdown sekitar Desember 2026 atau Januari 2027. Hal ini dilakukan untuk mengganti beberapa peralatan yang tidak bisa diganti dalam empat bulan pertama operasi.
“Jadi saat ini operasi sudah berjalan dengan penuh dan menampung seluruh produksi dari tambang,” katanya.