Indonesia Masih Defisit Susu 6,72 Juta Ton di Tengah Kebutuhan MBG
Pemerintah mempercepat upaya mewujudkan swasembada susu di tengah tingginya defisit pasokan nasional dan ketergantungan terhadap impor yang masih mendominasi, di tengah meningkatnya kebutuhan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kebutuhan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi masyarakat dan implementasi MBG. Pada 2029, kebutuhan susu nasional diproyeksikan mencapai sekitar 8,5 juta ton.
Sementara itu, pada 2025 Indonesia masih mengalami defisit susu sekitar 6,72 juta ton atau 81,28% dari total kebutuhan nasional. Menurut Amran, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri melalui investasi, pengembangan peternakan modern, dan pemberdayaan peternak rakyat.
"Saya mau buat formulasi kebijakan untuk bisa swasembada susu. Yang paling berat itu swasembada beras, tetapi kita bisa mewujudkannya. Swasembada susu juga bisa kita capai kalau semua bergerak bersama," kata Amran dalam keterangannya, dikutip Selasa (21/7).
Pemerintah akan memprioritaskan penyerapan produksi susu peternak lokal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.
"Pemerintah akan membangun ekosistem industri persusuan nasional secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan, layanan kesehatan hewan, penerapan teknologi, pengolahan hasil, hingga kepastian pasar bagi peternak," ujarnya.
Peternakan Sapi Perah Terpadu
Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah ialah mendorong pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama (GDB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 710 hektare itu memiliki kapasitas hingga 30 ribu ekor sapi perah dan ditargetkan menghasilkan 180 ribu ton susu segar per tahun atau sekitar 18% dari produksi susu segar nasional.
Sementara itu, CEO Savoria Group yang menaungi PT Global Dairi Bersama (GDB), Ihsan Mulia Putri, mengatakan pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Brebes dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga membangun ekosistem peternakan yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Proyek itu akan melibatkan sekitar 5.000 petani lokal sebagai mitra penyedia pakan ternak dan jagung pipil. Selain itu, 8.000 peternak rakyat akan memperoleh kesempatan bermitra dalam pengembangan sapi perah maupun penggemukan ternak.
"Pembangunan peternakan terpadu PT Global Dairi Bersama di Brebes merupakan perwujudan komitmen kami untuk mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional," ujar Ihsan.
Peternakan itu menargetkan kapasitas hingga 30 ribu ekor sapi dan produksi 180 ribu ton susu segar per tahun. Angka tersebut diharapkan mampu meningkatkan lebih dari dua kali lipat produksi susu segar di Jawa Tengah sekaligus memperkuat pasokan susu nasional.