SiCepat Masuk Bisnis Logistik, Target Sumbang Hingga 10% Pendapatan

Katadata/Kamila Meilina
Commercial and External Affairs Director SiCepat, Imam Sedayu, di peluncuran SiCepat Logistik, Jakarta Timur, Selasa (28/7).
28/7/2026, 17.50 WIB

Perusahaan jasa logistik dan kurir SiCepat resmi meluncurkan layanan SiCepat Logistik, layanan pengantaran first-mile dan middle-mile. Bisnis itu ditarget memberikan kontribusi sekitar 5%-10% terhadap total pendapatan perusahaan pada tahun pertama pengembangannya. 

Commercial and External Affairs Director SiCepat, Imam Sedayu, mengatakan target itu menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam melakukan diversifikasi pasar melalui ekspansi ke bisnis logistik.

“Di tahun pertama kita targetkan kontribusi dari segmen ini itu sampai dengan 10 persen, 5 hingga 10 persen kurang lebih,” ujar Imam dalam acara peluncuran SiCepat Logistik di Jakarta Timur, Selasa (28/7). 

Imam tak menjabarkan pemasukan perusahaan, namun ia menilai peluang pasar logistik di Indonesia masih sangat besar. Bisnis courier, express, and parcel yang selama ini digarap SiCepat disebut baru mencakup sekitar 10% dari total pasar logistik yang diproyeksikan hampir US$ 178 miliar atau setara Rp3.000 triliun pada 2030.

Sementara itu, sekitar 90% aktivitas lainnya berada di sektor logistik di luar bisnis courier, express, and parcel.

Menurut dia, tahun pertama pengembangan SiCepat Logistik akan difokuskan untuk membangun fondasi bisnis sekaligus kepercayaan dari pelanggan.

“Dengan kita dapat kepercayaan di tahun pertama terus bisa kita double-double di tahun berikutnya, itu bukan hal mustahil,” katanya.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan ekspansi ke bisnis logistik dilakukan untuk mendiversifikasi basis pasar SiCepat. Selama ini, perusahaan lebih banyak melayani online seller dan marketplace.

Melalui SiCepat Logistik, perusahaan membidik segmen yang lebih luas, mulai dari pabrik, manufaktur, brand, distributor, hingga retailer. SiCepat juga membuka peluang untuk menggarap sektor lain seperti pertambangan dan energi.

SiCepat resmi memperluas bisnis dari layanan courier, express, and parcel (CEP) ke sektor logistik dengan membidik segmen business-to-business (B2B), retail, perusahaan, hingga manufaktur melalui SiCepat Logistik.

Menurut dia, SiCepat memiliki modal dasar berupa jaringan dan infrastruktur yang telah dibangun dari bisnis express. Saat ini, SiCepat memiliki 470 hub dan 61 sortation station serta mencakup lebih dari 35 provinsi dengan dukungan sekitar 1.700 armada, termasuk truk dan van.

Selain itu, SiCepat telah memiliki 61 operational warehouse, 45.000 drop point untuk segmen retail, serta lebih dari 490 processing location. Jangkauan operasional perusahaan juga telah mencapai 99% area.

Dari sisi volume, SiCepat saat ini menangani sekitar 250.000 ton per tahun dan sekitar 1 juta paket per hari. Perusahaan juga telah memiliki sekitar 6 juta seller dan partner yang bergabung.

Imam mengatakan jaringan itu menjadi salah satu alasan SiCepat melihat peluang untuk memperluas bisnis dari layanan express dan last-mile delivery ke layanan logistik yang lebih terintegrasi.

“Logistik memang harus dikembangkan, tidak hanya express dan tidak hanya last-mile delivery,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina