Prabowo: Indonesia sudah Swasembada 8 Komoditas Pangan
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia telah mencapai predikat swasembada untuk delapan komoditas pangan. Hal ini disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI & Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8).
“Kita telah swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit,” kata Prabowo.
Dia menyebut hal ini bisa dicapai berkat kerja keras seluruh pihak. Awalnya, swasembada pangan ditargetkan dapat tercapai dalam empat tahun, namun realitanya bisa tercapai dalam satu tahun.
Meski sudah swasembada delapan komoditas pangan, Prabowo menyebut Indonesia masih belum mencapai kondisi swasembada daging. “Ini akan kami kerjakan, insya Allah bisa kita capai dalam lima hingga enam tahun ke depan,” ujarnya.
Selain itu ada pula empat komoditas pangan yang sedang dalam proses menuju swaembada yakni bawang putih, kedelai, dan daging kerbau.
Prabowo menyebut swasembada pangan bagi rakyat Indonesia dalam aman. Meskipun kondisi dunia saat ini berada dalam kondisi kekhawatiran terhadap kelaparan massal imbas adanya kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu.
“Kita akan mampu menghadapi tantangan termasuk El Nino yang katanya tahun ini berat dan paling dahsyat,” ucapnya.
Presiden sebelumnya telah mengumumkan Indonesia sudah mencapai swasembada pangan awal tahun ini. Hal ini disampaikannya saat momentum panen raya di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
"Saya Presiden Republik Indonesia dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan 2025 bagi seluruh bangsa indonesia," kata Prabowo.
Saat dilantik sebagai Presiden, Prabowo menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam empat tahun. Namun, hal ini bisa diwujudkan dalam kurun waktu satu tahun pemerintahannya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah produksi beras nasional per Desember 2025 mencapai 34,71 juta ton. Angka ini surplus 4 juta ton dibandingkan angka kebutuhan 2025. Kondisi ini membuat Indonesia tidak mengimpor beras konsumsi maupun jagung pakan pada 2025.