Airlangga: 90% Barang RI ke Uni Eropa Bakal Bebas Bea Masuk Mulai 2027

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/bar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan saat penandatanganan kesepakatan substantif Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (23/9/2025).
Penulis: Ade Rosman
21/8/2026, 14.07 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan 90% pos tarif perdagangan Indonesia ke Uni Eropa akan menjadi 0% setelah perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berlaku.

Airlangga mengatakan pemerintah menargetkan IEU-CEPA dapat ditandatangani pada Oktober 2026 dan diimplementasikan setelah proses ratifikasi oleh Indonesia dan Uni Eropa. Dengan demikian, perjanjian dagang tersebut diharapkan mulai berlaku pada 2027.

“Indonesia nanti 90% pos tarifnya langsung menjadi 0% dan ini akan berkurang secara bertahap,” kata Airlangga dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan para duta besar negara Uni Eropa di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8).

Airlangga mengatakan, pemerintah saat ini tengah menyelesaikan dokumentasi IEU-CEPA dalam bahasa Inggris. Setelah ditandatangani, perjanjian tersebut akan dibawa ke parlemen Uni Eropa untuk mendapatkan ratifikasi.

Di sisi Indonesia, Airlangga menyebut Menteri Perdagangan Budi Santoso telah berkonsultasi dengan DPR terkait mekanisme ratifikasi. Airlangga mengatakan, pemerintah kemungkinan menggunakan mekanisme Peraturan Presiden (Perpres) agar implementasi IEU-CEPA dapat berlangsung lebih cepat.

Menurut Airlangga, percepatan implementasi penting karena fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) Indonesia dari Uni Eropa akan berakhir pada akhir 2026.

“Kita ketahui bahwa Indonesia punya GSP akan berakhir di akhir tahun ini (2026), sehingga kalau ini segera diratifikasi berarti gap antara fasilitas Indonesia dan IEU-CEPA bisa nyambung,” katanya.

IEU-CEPA Buka Peluang Investasi 

Airlangga menilai, IEU-CEPA ini sebagai game changer bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa. Selain meningkatkan akses pasar, perjanjian tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi dari negara-negara Eropa ke Indonesia.

Dia mengatakan dalam beberapa waktu terakhir semakin banyak negara Eropa yang datang ke Indonesia dengan membawa delegasi bisnis.

Sejumlah sektor juga menjadi perhatian dalam kerja sama ini, di antaranya energi terbarukan, digital, keamanan siber, pertanian, manufaktur, inovasi, dan teknologi.

Airlangga menilai Uni Eropa memiliki kekuatan di sektor manufaktur, inovasi, dan teknologi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama ekonomi dengan Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman