Penerbangan Terganggu Erupsi Anak Krakatau, Menhub Ungkap soal Kerugian Maskapai
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah belum menghitung dampak keuangan yang dialami maskapai akibat penutupan sejumlah bandara karena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dudy mengatakan penutupan bandara baru diberlakukan pada Minggu (6/9/2026). Saat ini, maskapai dan seluruh sektor terkait masih berfokus menangani penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.
"Sampai sejauh ini kami belum mendapatkan perhitungan, karena pemberlakuan penutupan bandara ini baru kami mulai sejak Minggu hari tadi. Dari masing-masing airline masih memfokuskan bagaimana kita melayani penumpang dulu," kata Dudy saat konferensi pers yang disiarkan secara daring, Minggu (6/9).
Menurut dia, pemerintah juga belum melakukan perhitungan mengenai dampak keuangan maupun dampak lainnya yang dialami maskapai dan pemangku kepentingan terkait akibat penutupan bandara.
Penutupan bandara dilakukan setelah hasil pemantauan dan pengujian menunjukkan adanya dampak abu vulkanik. Pada awalnya, tiga bandara ditutup, yakni Bandara Radin Inten II di Lampung, Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma. Kemudian jumlahnya bertambah menjadi enam, dengan tambahan Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Pondok Cabe, dan Budiarto.
Dalam perkembangan berikutnya, Dudy mengatakan enam bandara masih menunjukkan hasil positif berdasarkan paper test, sehingga penutupan masih dilakukan selama sekitar empat jam ke depan.
Penutupan tersebut telah berdampak terhadap ratusan penerbangan. Berdasarkan pembaruan monitoring Ditjen Perhubungan Udara pada Minggu (6/9) pukul 10.35 WIB, terdapat 373 penerbangan yang terdampak akibat penutupan sejumlah bandara karena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Di Soekarno-Hatta, sebanyak 202 penerbangan terdampak. Dari jumlah tersebut, 167 penerbangan berstatus cancel, 16 delay, dua delayed, tujuh postpone, empat divert, dua landed, tiga departed, dan satu penerbangan Return to Base (RTB).
Sementara itu, delapan penerbangan di Radin Inten II terdampak dan seluruhnya berstatus cancel. Di Halim Perdanakusuma, terdapat 29 penerbangan terdampak dan seluruhnya berstatus cancel.
Sebanyak 277 penerbangan lainnya terdampak berupa penerbangan kedatangan dan keberangkatan yang memiliki rute menuju atau berasal dari bandara yang terdampak penutupan.
Dudy mengatakan pemerintah bersama pihak terkait masih memprioritaskan keselamatan dan pelayanan kepada penumpang. Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan BMKG, Badan Geologi, AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta maskapai untuk memperbarui informasi mengenai kondisi abu vulkanik.
Maskapai juga diminta tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi belum memungkinkan. Untuk penerbangan yang terganggu atau dibatalkan, Dudy meminta maskapai segera menyampaikan informasi kepada penumpang.
Penumpang tidak perlu datang ke bandara untuk melakukan pembatalan atau refund tiket. Proses tersebut dapat dilakukan secara elektronik dengan menyampaikan data seperti alamat email atau nomor telepon kepada maskapai.
Ditjen Perhubungan Udara juga menegaskan hak-hak penumpang yang terdampak penutupan sementara bandara tetap harus dipenuhi maskapai sesuai ketentuan yang berlaku. Maskapai wajib memberikan pelayanan dan penanganan, termasuk informasi mengenai perubahan status penerbangan serta pilihan penanganan bagi penumpang.
Untuk menghindari penumpukan, calon penumpang diimbau tidak datang ke bandara yang masih dalam periode penutupan dan terus memantau informasi terbaru dari maskapai.
Dudy mengatakan pemerintah juga menyiapkan bandara alternatif, yakni Kertajati, Ahmad Yani di Semarang, dan Juanda di Surabaya. Sementara apabila gangguan transportasi udara berlangsung lebih lama, pemerintah menyiapkan moda transportasi lain seperti kereta api, angkutan darat, dan transportasi laut.
"Yang paling penting kalau dari sisi kami, aspek keselamatan itu yang paling utama untuk kami. Jadi kami tidak ingin memaksakan apabila kondisi ini berkepanjangan," ujar Dudy.