Usai Bencana Beruntun, Mentan Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan Lahan Pertanian

ANTARA FOTO/Andry Denisah/nz
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan lahan pertanian akibat rangkaian bencana, termasuk erupsi gunung api dan gempa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Penulis: Kamila Meilina
7/9/2026, 14.38 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan lahan pertanian akibat rangkaian bencana, termasuk erupsi gunung api dan gempa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Hal tersebut disampaikan Amran saat ditanya mengenai kabar adanya empat lahan pertanian yang terdampak kerusakan akibat erupsi.

"Belum, belum," kata Amran ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Pangan, di Jakarta Pusat, Senin (7/9). 

Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunungapi Anak Krakatau menjadi perhatian setelah gunung yang berada di Selat Sunda itu mengalami erupsi menerus, yang berlangsung sekitar 25 jam. Abu vulkanik yang berasal dari erupsi itu terpantau menyebar ke lima provinsi meliputi Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. 

Menurut Amran, material vulkanik dari erupsi pada dasarnya dapat memberikan manfaat bagi kesuburan tanah. Kendati demikian, dia berharap erupsi yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan pada lahan pertanian maupun mengganggu aktivitas produksi petani.

"Biasanya itu bisa menyuburkan tanah. Iya, tetapi moga-moga tidak merusak," ujarnya.

Amran juga memastikan belum terdapat potensi kelangkaan pasokan komoditas pertanian akibat bencana tersebut. Dia menegaskan kondisi pasokan komoditas pertanian masih aman.

"Oh enggak, enggak, aman, aman," kata Amran.

Selain erupsi, Amran menyebut belum menerima laporan mengenai kerusakan lahan pertanian yang disebabkan oleh gempa yang terjadi sebelumnya.

"Belum, belum ada laporan," ujarnya.

Kesejahteraan Petani

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyinggung kondisi kesejahteraan petani yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP). Menurut dia, NTP saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

"Kesimpulan semuanya, NTP berapa? Ada yang tahu? Tertinggi sepanjang sejarah," kata Amran.

Meski demikian, pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap dampak bencana terhadap sektor pertanian. Hasil pemeriksaan dan pengujian di lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi lahan serta potensi dampak erupsi terhadap pertanian.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina