Harga Cabai Rawit Makin Pedas Capai Rp114 Ribu per Kg, Risiko Sumbang Inflasi

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.
Pedagang menjual cabai rawit merah di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/3/2026). Berdasarkan pantauan langsung Kementerian Perdagangan di Pasar Ciputat, harga cabai merah melonjak hingga sekitar Rp100 ribu per kilogram dari harga acuan sekitar Rp57 ribu per kg, yang dipicu meningkatnya permintaan masyarakat serta faktor cuaca yang mempengaruhi produksi.
6/10/2026, 10.21 WIB

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah mencapai Rp114.000 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp31.550 per kg.

Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, Selasa, pukul 09.18 WIB, selain cabai rawit merah dan telur ayam tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah di harga Rp43.450 per kg, bawang putih Rp43.750 per kg.

Selain itu, beras kualitas bawah I di harga Rp15.900 per kg, beras kualitas bawah II Rp15.850 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp17.000 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp16.550 per kg.

Lalu, beras kualitas super I di harga Rp18.150 per kg, dan beras kualitas super II Rp17.000 per kg.

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp81.000 per kg, cabai merah keriting Rp82.500 per kg, dan cabai rawit hijau Rp84.500 per kg.

Risiko Inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan kenaikan harga cabai rawit perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong inflasi pada akhir tahun 2026. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan harga cabai rawit mengalami kenaikan cukup tinggi pada minggu pertama Oktober 2026, yakni mencapai 10,21 persen.

"Cabai rawit, naik cukup besar di minggu pertama Oktober, kenaikannya sampai 10,21 persen," kata Ateng di Jakarta, Senin (5/10).

Menurut Ateng, kenaikan harga cabai rawit tersebut membuat selisih harga dengan batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP) semakin lebar. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena tren kenaikan harga dapat berlanjut hingga akhir tahun.

Ateng menyebut apabila kenaikan harga cabai rawit tidak segera dikendalikan, harga pada Desember 2026 dapat semakin jauh dibandingkan posisi Desember 2025.

"Jika cabai rawit selalu meningkat maka jika dibandingkan year-on-year-nya kondisi akhir tahun Desember ini, khawatir semakin jauh dibandingkan Desember tahun 2025 yang dampaknya akan terjadi inflasi secara tahunan," jelasnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.