Ribuan Penerbangan Dibatalkan Imbas Karhutla, Maskapai Terancam Rugi

ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj.
Kabut asap menyelimuti kawasan Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026). Otoritas Bandara Tjilik Riwut menghentikan sementara operasional penerbangan keberangkatan dan kedatangan pada Rabu (14/10) akibat terdampak dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan jarak pandang menurun sehingga mengganggu aktivitas penerbangan di bandara tersebut.
19/10/2026, 14.08 WIB

Maskapai penerbangan terancam mengalami kerugian operasional imbas ribuan penerbangan dalam negeri terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026. 

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan, karhutla membuat maskapai merugi. Hal itu karena penerbangan terganggu dan tidak menghasilkan pemasukan sesuai target. 

Di sisi lain, maskapai tetap harus menanggung biaya tetap (fixed cost) dan sebagian biaya variabel (variable cost) meski operasional penerbangan terdampak.

“Yang jelas ya rugi operasional, yang mestinya dapat pendapatan jadi zonk dan fixed cost tetap jalan ada juga sebagian variable cost yang tetap bayar,” kata Bayu ketika dihubungi Katadata.co.id, Senin (19/10). 

Bayu mengatakan lokasi paling banyak karhutla yaitu di Kalimantan, Maluku atau Maluku Utara, hingga Sumatera. Ia berharap pemerintah bisa  segera menanggapi ancaman tersebut dengan serius, sebab dampaknya tak juga kepada keselamatan penerbangan, melainkan kesehatan warga juga terancam. 

“Kalo menyangkut safety kami tidak bisa menekan lagi cost nya, ya berharap karhutlanya bisa dikendalikan dengan cepat,” ucap Bayu. 

Hampir 2.500 Penerbangan Terdampak Karhutla

Sebelumnya, sebanyak 2.458 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 11 Agustus 2026 hingga 17 Oktober 2026. Kebakaran hutan dan lahan juga menyebabkan sejumlah penerbangan internasional dibatalkan. Jumlah penerbangan dalam negeri yang terdampak karhutla tersebut bertambah 437 penerbangan dari posisi 13 Oktober 2026, yang mencatat 2.021 penerbangan. 

Rinciannya,1.080 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), 1.324 dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed), 22 dialihkan ke bandar udara lain (divert), 6 kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB), dan 26 dimajukan jadwalnya (advance). 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub),  Lukman F. Laisa, mengatakan pihaknya terus memantau dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan.

"Setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan," ujarnya melalui siaran pers, Senin (19/10). 

Pada penerbangan internasional, tercatat 14 penerbangan dibatalkan. Rinciannya, 12 penerbangan Singapura–Pontianak pulang pergi pada 12–23 September 2026 dibatalkan akibat asap di Bandar Udara Supadio. Sementara itu, 2 penerbangan Singapura–Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026 dibatalkan akibat asap di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Pada penerbangan perintis, 22 penerbangan dibatalkan akibat kabut asap pada 16 Oktober 2026, termasuk 2 penerbangan kargo. Pembatalan terjadi di Korwil Singkep (6 penerbangan), Korwil Kuala Pembuang (4 penerbangan), Korwil Tanah Merah (6 penerbangan), dan Korwil Gorontalo (6 penerbangan). 

Selain itu, 20 penerbangan berjadwal dalam negeri dibatalkan akibat faktor di luar Karhutla. Faktor tersebut yaitu abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila