Kenapa Iran Serang Israel? Berikut Alasan dan 5 Senjata yang Dimiliki

Unsplash
Kenapa Iran Serang Israel
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Agung
22/4/2024, 15.02 WIB

Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Jumat (19/4), sebagai tanggapan atas serangan rudal dan drone Teheran akhir pekan sebelumnya. Banyak kemudian yang bertanya, kenapa Iran serang Israel, yang membuat konflik di Timur Tengah semakin memanas.

Iran menyatakan, bahwa serangan udara terhadap Israel adalah tindakan pembelaan diri, yang dilakukan sebagai respons atas agresi militer Israel terhadap kantor konsulat Iran di Damaskus, Suriah pada awal April 2024. Serangan tersebut, mengakibatkan tujuh Garda Revolusi Iran tewas, termasuk dua jenderal.

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, tindakan tersebut merupakan tanggapan pembalasan yang sah terhadap upaya Israel untuk memperluas eskalasi perang di Timur Tengah.

Kenapa Iran Serang Israel?

Kenapa Iran serang Israel (Unsplash)

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan, bahwa serangan tersebut sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Mereka menyatakan bahwa tindakan defensif Iran bertujuan untuk membela diri, serta menunjukkan komitmen terhadap perdamaian, dan keamanan regional, serta internasional.

Kementerian luar negeri Iran juga menegaskan kesiapannya untuk mengambil tindakan lebih lanjut dalam mempertahankan kepentingannya jika diperlukan di masa depan. Mereka mengecam tindakan ilegal, dan genosida rezim Zionis terhadap bangsa Palestina, serta agresi militer rezim tersebut terhadap negara-negara di kawasan dengan tujuan memperluas konflik.

Garda Revolusi Iran (IRGC) melakukan serangan dengan pesawat nirawak (drone), dan roket ke Israel pada akhir pekan tersebut. Sistem pertahanan anti-misil Israel berhasil mengintersepsi sebagian besar serangan udara dari Iran, dan militer Israel menyatakan bahwa serangan hanya menyebabkan kerusakan pada salah satu pos militer mereka.

Sebanyak 31 orang dilaporkan mengalami luka akibat serangan tersebut, namun mayoritas mengalami luka ringan, dan tidak ada laporan mengenai warga yang menderita luka serius.

Layanan darurat Magen David Adom (MDA) menyatakan bahwa puluhan orang mengalami luka, dan kepanikan saat mencari perlindungan selama serangan drone, dan misil. Meskipun demikian, tidak ada laporan tentang cedera langsung yang disebabkan oleh serangan Iran menurut layanan darurat Israel pada hari Minggu (14/4).

Senjata Militer Iran yang Tidak Boleh Disepelekan

Senjata Iran (Unsplash)

Informasi yang tidak kalah penting dari alasan kenapa Iran serang Israel ialah senjata yang dimiliki oleh Iran. Kekuatan militer Iran tidak bisa diabaikan, berikut 5 senjata militer Iran yang tidak boleh disepelekan:

1. Rudal Balistik Shabab-4

Program rudal yang dikembangkan oleh Iran dengan Libya, dan Korea Utara menimbulkan kekhawatiran keamanan regional, dan global. Keberadaan beragam jenis senjata yang mampu mencapai sasaran di Israel, dan wilayah lainnya mengakibatkan ketegangan di Timur Tengah. Rudal-rudal seperti Shabab-4, dan Sejil 3 memiliki kemampuan yang mengkhawatirkan, dengan jangkauan yang mencapai ribuan kilometer.

Shabab-4, dengan jangkauan maksimum sejauh 3.862 km, dapat mencapai target-target strategis di wilayah tersebut. Sementara Sejil 3, dengan bobot yang mencapai 38.000 kg dan jangkauan hingga 4.000 km, merupakan ancaman serius bagi kestabilan regional. Kedua jenis rudal ini memberikan Iran kemampuan proyektif yang signifikan, yang dapat mengubah dinamika kekuatan di Timur Tengah.

Reaksi internasional terhadap pengembangan program rudal ini kemungkinan besar termasuk peningkatan sanksi, dan upaya diplomasi untuk menekan Iran agar mengurangi aktivitas militer yang mengancam stabilitas regional. Semua pihak terlibat perlu bekerja sama untuk mencegah eskalasi konflik yang dapat membahayakan perdamaian, dan keamanan di Timur Tengah, serta beyond.

2. Drone Shaheed

Pesawat tanpa awak (UAV), atau drone yang paling terkenal dari Iran ialah Shahed, yang artinya "Saksi" dalam bahasa Farsi. Drone mematikan ini sering dijuluki sebagai versi "AK-47" milik Teheran: murah, diproduksi secara besar-besaran, dan siap untuk diekspor ke berbagai zona konflik di mana pemerintah Iran memiliki kepentingan.

3. Drone Mirage-10 (Mohajer-10)

Drone lain yang menarik perhatian dari Iran ialah Mohajer-10, yang dirancang sebagai drone multifungsi untuk pengintaian, serangan jarak jauh. Mohajer-10 merupakan versi terbaru dari seri Mohajer yang sudah ada sejak Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an, di mana Tentara Republik Islam, dan Garda Revolusi Iran menyadari pentingnya penggunaan drone dalam pertempuran modern.

4. Rudal Jelajah Abu Mahdi

Roket jelajah yang diluncurkan pada bulan Agustus 2020 memiliki dimensi fisik dengan panjang 6 meter, lebar 0,55 meter, dan berat 1.650 kilogram. Lebar sayapnya mencapai 3,1 meter, dengan hulu ledak seberat 410 kilogram.

Mesin turbojet Toloue yang digunakan, ditenagai oleh Abu Mahdi, merupakan produk dari Iran. Mesin ini mampu menjelajah pada kecepatan subsonik sekitar 900 kilometer per jam, dan memiliki jangkauan lebih dari 1.000 kilometer.

5. Rudal Hipersonik Fattah-1

Iran sedang mengembangkan kemampuan rudal balistik, dan rudal jelajahnya sambil gencar menciptakan teknologi tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh beberapa negara dengan kekuatan militer terkemuka. Salah satu teknologi tersebut ialah mesin aerodinamis berpendingin udara, dan sistem hipersonik.

Iran telah fokus pada pengembangan rudal hipersonik, dengan usaha terbarunya ialah rudal Fattah-1 yang diluncurkan pada bulan Juni 2023. Rudal ini memiliki jangkauan 1.400 kilometer, dan mampu mencapai kecepatan maksimum Mach 13-15. Kombinasi kemampuan manuver, dan kecepatan tinggi memungkinkannya untuk menghindari sistem pertahanan udara yang ada.

Kenapa Iran Serang Israel? Iran menyatakan alasan di balik serangan udara terhadap Israel pada akhir pekan ini sebagai bagian dari haknya untuk membela diri terhadap upaya negara Zionis yang ingin memperluas eskalasi perang di Timur Tengah.