Roket Starship SpaceX Milik Elon Musk Meledak Saat Uji Coba Kesepuluh

X/@NASASpaceflight
Pesawat luar angkasa raksasa Starship milik SpaceX meledak menjadi bola api saat uji coba berlangsung di Texas, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (18/6) malam.
Penulis: Hari Widowati
20/6/2025, 10.06 WIB

Pesawat luar angkasa raksasa Starship milik SpaceX meledak menjadi bola api saat uji coba berlangsung di Texas, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (18/6) malam. Ledakan ini menjadi kemunduran terbaru dalam serangkaian masalah untuk program roket Mars milik miliarder Elon Musk.

Ledakan terjadi sekitar pukul 23.00 waktu setempat saat Starship berada di landasan uji di Starbase Brownsville, Texas. "Roket tersebut tengah bersiap untuk penerbangan uji kesepuluh," kata SpaceX dalam sebuah unggahan di platform media sosial Elon Musk, X, seperti dikutip Reuters, Kamis (19/6).

Perusahaan mengaitkan ledakan itu dengan "anomali besar" dan menyatakan seluruh personel dalam keadaan aman. Tim teknis SpaceX sedang menyelidiki insiden tersebut. Perusahaan berkoordinasi dengan instansi lokal, negara bagian, dan federal terkait dampak lingkungan dan keselamatan yang ditimbulkan oleh ledakan itu.

"Data awal menunjukkan Composite Overwrapped Pressure Vessel (COPV) nitrogen di ruang muatan gagal di bawah tekanan," kata Musk dalam sebuah unggahan di X, merujuk pada unit penyimpanan gas nitrogen yang dikenal sebagai COPV. "Jika investigasi lebih lanjut mengonfirmasi bahwa ini yang terjadi, ini adalah kali pertama untuk desain ini," ujar Musk.

Menurut video yang merekam momen ledakan tersebut, roket Starship tampak mengalami setidaknya dua ledakan secara beruntun. Ledakan itu menerangi langit malam dan mengirimkan puing-puing yang beterbangan.

Roket Starship untuk Misi ke Mars

Sistem roket Starship setinggi 122 meter adalah inti dari rencana Musk untuk mengirim manusia ke Mars. Namun, sistem ini mengalami serangkaian kegagalan sepanjang tahun ini.

Pada akhir Mei, roket Starship milik SpaceX kehilangan kendali di tengah penerbangan tanpa mencapai beberapa tujuan pengujian terpentingnya. Starship lepas landas dari lokasi peluncuran SpaceX di Starbase, Texas dan ditargetkan terbang melewati titik dari dua percobaan sebelumnya.

Kedua percobaan yang gagal tahun ini mengirimkan puing-puing melintasi pulau-pulau Karibia dan memaksa puluhan pesawat komersial mengubah rute.

Dua bulan sebelumnya, pesawat ruang angkasa itu meledak di luar angkasa beberapa menit setelah lepas landas dari Texas. Otoritas Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) harus menghentikan lalu lintas udara di beberapa bagian Florida akibat dampak ledakan tersebut.

Video di media sosial menunjukkan puing-puing yang membara melesat di langit senja dekat Florida Selatan dan Bahama setelah Starship hancur di luar angkasa tak lama setelah mulai berputar tak terkendali dengan mesinnya yang dimatikan, demikian yang ditampilkan dalam siaran langsung misi SpaceX. Musk menyebut ledakan tersebut sebagai "kemunduran kecil."

FAA mengatakan awal bulan ini bahwa mereka telah menutup penyelidikan yang diwajibkan oleh badan tersebut terkait insiden roket Spaceship. Penyebab kedua ledakan itu diperkirakan kerusakan perangkat keras pada salah satu mesin.

SpaceX mengidentifikasi delapan tindakan korektif untuk mencegah kejadian serupa. FAA mengatakan telah memverifikasi bahwa SpaceX melaksanakan tindakan tersebut sebelum misi Starship dilanjutkan pada akhir Mei 2025.

Pada Januari 2025, roket Starship hancur di luar angkasa beberapa menit setelah diluncurkan dari Texas. Ledakan itu mengirimkan puing-puing ke pulau-pulau Karibia dan menyebabkan kerusakan ringan pada sebuah mobil di Kepulauan Turks dan Caicos.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.